Sri Mulyani: Tugas Dirjen Pajak Suryo Utomo Berat dan Tidak Mudah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suryo Utomo (kiri) resmi menjabat Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggantikan Robert Pakpahan yang memasuki masa pensiun. Pelantikan dilakukan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 1 November 2019. Tempo/ Caesar Akbar

    Suryo Utomo (kiri) resmi menjabat Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggantikan Robert Pakpahan yang memasuki masa pensiun. Pelantikan dilakukan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 1 November 2019. Tempo/ Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Direktur Jenderal Pajak atau Dirjen Pajak baru, Suryo Utomo, menyelesaikan berbagai tugas yang belum diselesaikan pendahulunya, Robert Pakpahan. Suryo baru saja dilantik menggantikan Robert pada hari ini, Jumat, 1 November 2019 di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan.

     

    "Pak Suryo di Direktorat Jenderal Pajak saya harapkan untuk meneruskan seluruh reformasi fundamental di Ditjen Pajak yang telah dilaksanakan selama ini di bawah kepemimpinan Robert Pakpahan," ujar Sri Mulyani saat berpidato dalam pelantikan tersebut.

     

    Salah satu hal penting yang mesti diselesaikan, ujar Sri Mulyani adalah pembentukan core tax system Indonesia. Sistem tersebut diperlukan untuk menopang bekerjanya Direktorat Jenderal Pajak sehingga mampu memaksimumkan seluruh peluang guna mencapai kepentingan negara dan melayani masyarakat secara akurat, efisien dan penuh kepastian.

     

    Tugas tersebut menjadi salah satu dari setumpuk pekerjaan yang menanti Suryo di posisi barunya. Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memerintahkan Suryo agar tetap memperhatikan iklim investasi dalam mengejar penerimaan negara.

     

    "Karena itu adalah titipan yang diberikan langsung oleh Presiden kepada pak Suryo dan melalui saya agar Dirjen pajak mampu tetap menjaga momentum penerimaan negara namun tidak boleh merusak iklim bisnis dan investasi, suatu kombinasi tujuan yang berat dan tidak mudah," ujar Sri Mulyani.

     

    Sri Mulyani menilai tugas yang diemban Suryo pada jabatan barunya ini sangat berat. Sebab, sekitar 70 persen penerimaan negara di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara memang berasal dari sektor pajak.

     

    Selain soal penerimaan, Sri Mulyani ingin Suryo meneruskan reformasi bidang sumber daya manusia di Direktorat Jenderal Pajak. Ia ingin kompetensi nantinya tidak hanya dimiliki oleh level direktur dan direktur jenderal, namun juga pada tataran pelaksana hingga pemeriksa.

     

    "Harapannya kompetensi dan profesionalitas serta integritas dari ujung atas hingga ujung, di hulu dan hilir, di bawah semuanya seragam," tutur bekas Direktur Bank Dunia itu.

     

    Di samping itu, Suryo juga diminta terus menata organisasi Ditjen Pajak dan mengelola pelbagai data baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, Sri Mulyani berharap organisasi dan tata kelola Ditjen Pajak semakin bisa mengelola dan memanfaatkan data-data tersebut untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.

     

    Diwawancarai terpisah, bekas Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengaku bersyukur posisinya itu dilanjutkan oleh Suryo. Beberapa hal yang mesti diteruskan antara lain penyelesaian core tax system, menjaga penerimaan akhir tahun, serta menyelesaikan omnibus law perpajakan. "Silakan Pak Suryo dilanjutkan," tutur dia.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.