Pengguna E-Money Kini Bisa Isi Saldo lewat Aplikasi LinkAja

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penandatanganan kerja sama perluasan layanan antara Bank Mandiri dan Link Aja di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 1 November 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Senior Executive Vice President (SEVP) Consumer and Transaction Bank Mandiri Jasmin (kiri) dan Direktur Utama Fintek Karya Nusantara Danu Wicaksana (kanan), disaksikan oleh Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi (tengah). TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Suasana penandatanganan kerja sama perluasan layanan antara Bank Mandiri dan Link Aja di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 1 November 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Senior Executive Vice President (SEVP) Consumer and Transaction Bank Mandiri Jasmin (kiri) dan Direktur Utama Fintek Karya Nusantara Danu Wicaksana (kanan), disaksikan oleh Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi (tengah). TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengguna kartu e-money kini dapat mengisi ulang saldonya melalui aplikasi pembayaran LinkAja. Program tersebut merupakan hasil kerja sama antar-perusahaan badan usaha milik negara atau BUMN, yakni Bank Mandiri dan PT Fintek Karta Nusantara.

    Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan kerja sama ini dilakukan untuk mengoptimalkan jaringan pembayaran sekaligus mengakselerasi gerakan nasional non-tunai. Selain itu, kata dia, dapat membuka peluang menambah pengguna layanan.

    "Kami mau buka akses. Nanti user LinkAja juga bisa melakukan pembayaran di Bank Mandiri. Nanti jumlah (penggunanya) akan bertambah," ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

    Kerja sama e-money dan LinkAja telah terjalin sejak September 2019. Hery berharap kesepakatan ini dapat memberikan nilai tambah kepada kedua pihak dan memperluas kerjasamanya.

    Adapun kerja sama antar-perusahaan pelat merah juga digadang-gadang mampu memperkuat jaringan akseptansi retail merchant Bank Mandiri. Utamanya, kata dia, untuk mendorong pertumbuhan transaksi menggunakan barcode dan meningkatkan jumlah transaksi electronic data capture atau EDC.

    Bank Mandiri mencatat, hingga September 2019, perseroan telah mengoperasikan 230 ribu mesin EDC. Rata-rata frekuensi transaksi EDC mencapai 570 ribu transaksi dengan nilai Rp 3 triliun.

    Seiring dengan pertumbuhan EDC, Bank Mandiri juga mencatat terjadi tren positif untuk penggunaan e-money. Saat ini, jumlah kartu e-money yang beredar mencapai 19 juta kartu dengan total transaksi dari e-money 18,63 juta. "Total top up-nya mencapai 96,3 juta transaksi. Angka ini meningkat 10 persen secara year on year," kata Herry.

    Direktur Utama Fintek Karya Nusantara Danu Wicaksana mengatakan kerja sama ini merupakan bentuk akselerasi digital transaksi bagi masyarakat. "Kami harap tambahan fasilitas ini dapat memperkaya pilihan layanan bagi pengguna," tuturnya.

    Adapun sinergi antar-BUMN ini diwujudkan dalam bentuk akseptasi fasilitas pembayaran LinkAja pada merchant-merchant Mandiri di berbagai lini usaha. Di antaranya pembayaran di e-commerce Bukalapak dan Blibli, pembayaran tiket pesawat Citilink dan Dwidaya. Lalu, pembayaran makanan dan minuman di KFC, Chatime, Upnormal, dan Hoka-hoka Bento.

    Lalu, pembayaran tiket Taman Safari Indonesia, Departemen Store Ramayana dan Sarinah, Watson, Gramedia. Fitur top up saldo Mandiri pada aplikasi LinkAja juga dapat digunakan untuk pembayaran di sejumlah retailer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?