Setelah Deflasi, Ekonom Prediksi Oktober terjadi Inflasi Rendah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas jual beli di pasar tradisional Pasar Paseban, Jakarta, 21 Oktober 2017. Saat ini PD Pasar Jaya tengah fokus menyelesaikan revitalisasi 16 pasar tradisional hingga akhir tahun 2017. TEMPO/Subekti.

    Aktivitas jual beli di pasar tradisional Pasar Paseban, Jakarta, 21 Oktober 2017. Saat ini PD Pasar Jaya tengah fokus menyelesaikan revitalisasi 16 pasar tradisional hingga akhir tahun 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi inflasi pada bulan Oktober 2019 mencapai 3,23 persen (yoy), atau 0,11 persen (mtm) dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,27 persen (mtm).

    Josua memperkirakan laju inflasi pada Oktober 2019 lebih dikarenakan oleh peningkatan inflasi harga bergejolak. Beberapa harga komoditas pangan yang cenderung meningkat di antaranya beras tercatat inflasi 0,13 persen (mtm), daging ayam ras tercatat inflasi 7,25 persen (mtm), bawang merah inflasi 8,14 persen (mtm), dan daging sapi inflasi 0,04 persen (mtm).

    Pada sisi lain masih ada beberapa komoditas pangan yang mengalami deflasi atau penurunan antara lain; telur ayam deflasi 3,19 persen (mtm), cabai merah deflasi 4,09 persen (mtm), dan cabai rawit mengalami deflasi 3,83 persen (mtm). Sementara itu, inflasi inti cenderung stabil pada kisaran 3,3 persen (yoy). dengan mempertimbangkan tren penurunan harga emas pada Oktober.

    “Ke depannya, inflasi diperkirakan cenderung stabil pada target inflasi BI yakni pada kisaran 3,2 persen sampai 3,4 persen hingga akhir tahun mempertimbangkan komitmen pemerintah untuk berkoordinasi di tingkat nasional dan dearth mengendalikan harga pangan,” kata Josua, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Josua menjelaskan, faktor musiman yakni kemarau belum mempengaruhi inflasi secara signifikan pada Oktober ini. Meski demikian Josua mengingatkan pada akhir tahun umumnya tren inflasi meningkat. Sehingga, pengendalian inflasi pangan perlu dikelola dengan baik, meskipun Oktober ini sudah ada panen raya beberapa komoditas pangan.

    “Namun panen padi pada September-Oktober ini tidak sebesar panen raya Maret-April sehingga penurunan supply perlu dimonitor khususnya awal tahun depan,” ujar Josua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.