Jokowi Minta Anggaran di 4 Kementerian Ini Fokus Kembangkan SDM

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Tempo.Co, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa anggaran untuk pembangunan sumber daya manusia masih belum fokus. "Kalau kita lihat anggaran di sini anggaran yang berlimpah. Tapi saya lihat belum fokus pada titik yang ingin kita capai," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Jokowi mencontohkan, anggaran di bidang kesehatan mencapai Rp 132 triliun. Namun, anggaran itu disebar ke sejumlah lembaga. Ia pun meminta agar anggaran tersebut difokuskan untuk ketercukupan asupan gizi, makanan tambahan, yang berkaitan dengan pola hidup sehat, dan pencegahan penyakit. "Betul-betul jadi area yang harus kita kerjakan," katanya.

    Menurut Jokowi, fokus anggaran pembangunan SDM ini bukan hanya tugas menteri kesehatan. Tetapi juga tugas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga lewat kurikulum, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Menteri Sosial.

    Selain itu, untuk membangun SDM, Jokowi mengatakan bahwa pemberantasan narkotika dan rehabilitasinya juga harus diselesaikan. "Karena apapun SDM kalau belum bisa menyelesaikan urusan ini akan sulit. Nanti akan berkaitan dengan kriminalitas, kenakalan remaja," kata dia.

    Jokowi juga menekankan pentingnya pendidikan etika, budi pekerti, pendidikan kebencanaan, dan pendidikan politik terutama ideologi Pancasila harus terus dilakukan secara sinergis lintas kementerian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.