Kredit Macet Rp 1,3 Triliun Dihapuskan, Bank DKI: Tetap Ditagih

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank DKI

    Bank DKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Bank DKI Jakarta Zainuddin Mappa menyatakan pihaknya menghapus buku kredit macet (write off) sebanyak Rp 1,3 triliun. "Kami lakukan hapus buku, bukan hapus tagih," kata Zainuddin dalam rapat pembahasan KUA PPAS APBD DKI Jakarta 2020 bersama Komisi C DPRD Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

    Zainuddin menjelaskan hapus buku itu merupakan harta karun yang akan terus ditagih secara persuasif hingga pelelangan aset.

    Laporan keuangan Bank DKI Jakarta mencatat bank itu merupakan bank pembangunan daerah berdiri sejak tahun 1961 dengan aset sebesar Rp 53 triliun per Desember 2018 atau kategori buku III.

    "Selama umur bank DKI, total Rp 2 triliun yang dilakukan hapus buku hingga di zaman krisis moneter," ujarnya.

    Perkembangan NPL Gross atau kredit macet yakni 7,98 persen tahun 2015, menurun sebesar 5,35 persen di tahun 2016, selanjutnya tahun 2017 sebesar 3,76 persen dan 2,66 persen tahun 2018.

    Sebelumnya anggota DPRD DKI Jakarta Jupiter menanyakan hingga saat ini berapa jumlah kredit yang dihapus buku oleh Bank DKI Jakarta.

    Bank DKI Jakarta merupakan satu dari 20 badan usaha milik daerah (BUMD) diundang DPRD Jakarta untuk melakukan pembahasan dan pendalaman bersama terkait rancangan kebijakan umum perubahan APBD (KUPA) serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) APBD provinsi DKI Jakarta tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.