Jokowi Minta Sejumlah Perjanjian RCEP Diselesaikan Akhir 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat akan memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Dalam rapat Jokowi meminta para menteri menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi. Foto : Biro pers wapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat akan memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Dalam rapat Jokowi meminta para menteri menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi. Foto : Biro pers wapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk menyelesaikan perjanjian dagang dengan sejumlah negara dalam kurun setahun ke depan.

    "Kita telah menyelesaikan Indonesia-Australia CEPA dan harus diteruskan ke negara lain. Dan saya minta akhir 2020 selesai," kata Presiden dalam pengantar rapat terbatas tentang Program dan Kegiatan di Bidang Perekonomian di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

    Presiden meminta Retno dan Agus membentuk tim untuk mengawal program ini. Ia melarang anggota tim khusus ini berubah-ubah. "Disusun yang fix, tidak berganti-ganti," ucap dia.

    Mantan gubernur DKI Jakarta itu menargetkan akhir 2020 Indonesia sudah menyelesaikan perjanjian RCEP (Kerjasama Ekonomi Komprehensif Regional) dengan negara anggota ASEAN dan enam negara lain, yakni India, Cina, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

    "Ini yang belum kita miliki perjanjian perdagangan dengan mereka saya minta diselesaikan dalam akhir tahun depan," ucapnya.

    Ia juga meminta agar perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa (IEU CEPA) segera rampung. "Ini nanti akan berkaitan dengan peningkatan ekspor," ujar dia.

    Presiden turut meminta agar Indonesia menjajaki kerja sama perdagangan dengan negara-negara di Afrika. "Ini penting. Afrika tolong dilihat," ucap dia.

    Menurut dia, semua hal ini harus dilakukan lantaran ekonomi global mengalami pelemahan. Sejumlah lembaga internasional, kata dia, memprediksi tahun depan terjadi resesi global.

    "Harus diantisipasi. Kuncinya pertama, peningkatan ekspor dan substitusi barang impor. Kedua, investasi," kata Jokowi.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.