4 Fokus Target Erick Thohir di Kementerian BUMN, Apa Saja,?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada empat fokus yang bakal ia kerjakan di kementeriannya dalam waktu dekat.

    Keempatnya meliputi penyelesaian manajemen perusahaan BUMN yang berpolemik, seperti Jiwasraya dan Karakatau Steel, hingga percepatan proyek strategis pemerintah.

    "Kami fokus menyelesaikan Jiwasraya, Krakatau Steel, Aramco, dan kereta cepat," kata Erick di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Perusahaan asuransi jiwa pelat merah, Jiwasraya atau PT Jiwasraya (Perseo), sebelumnya mengalami masalah. Perusahaan ini mesti menyelesaikan kewajiban pembayaran klaim pemegang polis Jiwasraya yang sudah jatuh tempo pada Oktober 2018 sebesar Rp 802 miliar.

    Jiwasraya lantas berencana melakukan restrukturisasi utang dengan membentuk Jiwasraya Putra. Pembentukan ini melibatkan empat BUMN, yakni BTN, PT Pegadaian (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Telkomsel (Persero).

    Erick belum menjelaskan apakah rencana penyelamatan perusahaan itu bakal dilanjutkan. Namun, ia mengklaim akan melakukan tiga strategi yang detailnya sampai saat ini masih dirahasiakan.

    Adapun soal PT Krakatau Steel yang sebelumnya mengalami tekor, Erick mengatakan kementeriannya masih mempertimbangkan kebijakan restrukturisasi utang. "Kalau restrukturisasi Krakatau Steel kan tergantung perbankannya, setuju atau tidak," ujarnya. Erick mengatakan restrukturisasi ini akan melibatkan 12 bank.

    Fokus selanjutnya, kata Erick, adalah menggencarkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikerjasamakan dengan Cina. Erick berujar proyek ini sudah 2 tahun molor dan mesti segera dikelarkan untuk mendukung percepatan konektivitas.

    Selanjutnya, fokus terakhir ialah perpanjangan valuasi investasi Aramco dan Pertamina untuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Cilacap. "Kalau Aramco kan tinggal dealnya bisa atau enggak," ujar Erick Thohir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.