AirAsia Rombak Direksi, Dendy Kurniawan Jadi Komisaris Utama

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan saat Pembukaan AirAsia Travel Fair di Kota Kasablanka Jakarta, Kamis 9 Februari 2017. Tempo/Tongam sinambela

    CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan saat Pembukaan AirAsia Travel Fair di Kota Kasablanka Jakarta, Kamis 9 Februari 2017. Tempo/Tongam sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Indonesia AirAsia Tbk. mengumumkan pergantian Dewan Komisaris dan Dewan Direksi pada Selasa, 29 Oktober 2019. Dendy Kurniawan naik posisinya menjadi Komisaris Utama dan posisinya sebagai Direktur Utama digantikan Veranita Yosephin.

    Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Pemegang Saham sebagai penggantl dan Rapat Umum Pemegang Saham PT. Indonesia AirAsia Tbk. No.10 tanggal 24 Oktober 2019 yang dibuat di hadapan notaris telah disetujui pergantian direksi dan komisaris tersebut.

    "Tidak terdapat dampak yang material baik dari segi operasional, hukum, kondisi keuangan, ataupun kelangsungan usaha Emiten atau perusahaan publik. Namun, karena perseroan adalah perusahaan publik yang sahamnya tercatat di IDX dan diawasi oleh OJK maka perseroan berkewajiban untuk menyampaikan informasi ini kepada OJK, lDX dan Publik," ungkap keterbukaan pada bursa, Selasa.

    Selain itu, terdapat penambahan jumlah dewan komisaris emiten dengan kode saham CMPP menjadi 5 orang dari sebelumnya yang berjumlah 3 orang. Sementara dewan direksi berkurang dari 5 menjadi hanya 4 orang.

    Pergantian Komisaris dan Direksi tersebut yakni sebagai berikut:

    Komisaris Utama : DENDY KURNIAWAN
    Komisaris : PIN HARIS
    Komisaris : KAMARUDIN BIN MERANUN.
    Komisaris : MUHAMAD KERRY ADRIANTO
    Komisaris : THARUMALINGAM KANAGALING

    Direktur Utama : VERANITA YOSEPHIN.
    Direktur : WURI SEPTIAWAN.
    Direktur : HERU SUSILO.
    Direktur : RADEN ACHMAD SADIKIN

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.