Jokowi: Tak Ada Lagi Kendala Pembangunan Hunian Korban Gempa Palu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI berjaga di depan toko milik warga di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. Presiden Jokowi memerintahkan masyarakat, pedagang, pemilik toko membuka dagangannya dengan jaminan keamanan dari TNI dan Polri. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Prajurit TNI berjaga di depan toko milik warga di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. Presiden Jokowi memerintahkan masyarakat, pedagang, pemilik toko membuka dagangannya dengan jaminan keamanan dari TNI dan Polri. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Palu - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap proses pembangunan hunian tetap untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah, segera dirampungkan agar masyarakat yang terkena dampak cepat merasakan manfaatnya.

    "Hunian ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat yang terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi. Oleh karena itu secepatnya harus dirampungkan," kata Jokowi saat meninjau progres pembangunan hunian tetap di Kelurahan Tondo, Kota Palu, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta rombongan mengunjungi dua lokasi pembangunan hunian tetap yakni Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Saat ini proses pengerjaannya masih dalam tahap pematangan lahan. Selanjutnya Presiden mendatangi pembangunan hunian tetap di Kelurahan Tondo yang saat ini telah terbangun sekitar 200 hunian oleh salah satu pendonor Yayasan Buddha Zhu Chi dengan estimasi hunian sekitar 1.500 unit.

    Presiden menjelaskan keterlambatan pembangunan hunian korban bencana di ibu kota Sulawesi Tengah, sesungguhnya bukan karena masalah konstruksi maupun kesiapan anggaran. Keterlambatan dipicu persoalan pembebasan lahan yang tak kunjung selesai.

    "Saat ini masalah pembebasan lahan sudah diselesaikan Gubernur Sulawesi Tengah dan Wali Kota Palu. Oleh karenanya tidak ada lagi kendala terhadap status tanah," kata Presiden.

    Diproyeksikan, 1.500 unit hunian yang disediakan Yayasan Buddha Zhu Chi akan selesai pada April 2020. Lahan yang disediakan Pemkot Palu untuk relokasi korban bencana di Tondo-Talise seluas 146,80 hektare dan Duyu seluas 38,60 hektare.

    "Siapa saja bisa berkontribusi ikut membantu pemulihan pascabencana. Kita selalu kalau ada bencana mengajak pihak swasta maupun korporasi lainnya sebelum kita menerima bantuan luar negeri," ujar Jokowi.

    Jokowi meninjau progres penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah setelah bertolak dari Papua dan Kota Ambon sebagai rangkaian kunjungan kerjanya setelah dilantik menjadi Presiden dua periode.

    Turut mendampingi Presiden Jokowi antara lain, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola serta Wali Kota Palu Hidayat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.