Setahun Jatuhnya Lion Air, Sri Mulyani Ingatkan Kompensasi Korban

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. ANTARA

    Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kementerian terus mengikuti perkembangan yang terjadi ihwal hasil penelitian mengenai kecelakaan Lion Air dengan kode penerbangan JT 610 pada 29 Oktober 2018. Dia berharap kompensasi yang diterima korban sesuai dengan kewajiban perusahaan.

    "Tentu kami berharap mereka mendapatkan apa yang disebut kompensasi sesuai dengan kewajiban perusahaan, sesuai dengan hasil penelitian yang sudah diakui baik dalam negeri ataupun luar negeri," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Dia mengatakan terus menjalin hubungan dengan keluarga korban yang merupakan pegawai Kemenkeu. "Mereka tetap family selama ini, apalagi sebagian dari mereka spousenya juga adalah orang Kemenkeu, jadi seluruh kewajiban kita tetap lakukan," kata dia.

    Sebelumnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT telah menuntaskan hasil investigasi terhadap kecelakaan pesawat Lion Air JT610 pada Jumat, 25 Oktober 2019. Dalam paparannya, KNKT menyampaikan ada sembilan poin yang berkontribusi menyebabkan kecelakaan terjadi.

    Beberapa di antaranya adalah kesalahan desain MCAS Boeing. Seperti diketahui MCAS Boeing hanya mengandalkan satu sensor. Desain ini dinilai rentan terhadap adanya gangguan.

    Hasil investigasi KNKT juga menyebutkan bahwa pilot Lion Air juga mengalami kesulitan melakukan respons yang tepat terhadap pergerakan MCAS karena tidak ada petunjuk dalam buku panduan dan pelatihan. Kemudian, KNKT menemukan bahwa indikator AOA Disagree tidak tersedia di pesawat Boeing 737-8 Max 8 PK-LQP.

    Maskapai Lion Air hari ini mengelar acara tabur bunga di perairan sekitar Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat pada Selasa, 29 Oktober 2019. Acara ini digelar untuk memperingati satu tahun peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 610 pada 28 Oktober 2018.

    Salah satu perwakilan keluarga korban, Anton Sahadi mengatakan acara ini digelar langsung oleh manajemen Lion Air. Anton mengatakan Lion Air hanya memfasilitasi masing-masing dua orang keluarga korban untuk mengikuti acara tabur bunga ini.

    "Acara ini diselenggarakan langsung oleh manajemen PT Lion Mentari Airlines tanpa melihatkan keluarga korban dalam pelaksanaan teknis apapun," kata Anton ketika dihubungi Tempo, Selasa 29 Oktober 2019.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?