Sri Mulyani Merasa Tersindir saat Dilantik di Samping Nadiem

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani dan suami berpose bersama Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin diapit  serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan suami, usai pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju, di Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. Instagram/@smindrawati

    Menteri Keuangan Sri Mulyani dan suami berpose bersama Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin diapit serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan suami, usai pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju, di Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. Instagram/@smindrawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita perasaannya saat dilantik menjadi menteri bersebelahan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Saat itu, dia terusik dan merasa sudah sangat tua, karena Nadiem baru berusia 35 tahun atau menjadi menteri termuda Kabinet Indonesia Maju.

    "Saya berdiri dan disumpah menjadi menteri bersebelahan dengan menteri yang masih so young, saya sudah merasa kesundut saja. You better change atau kamu punah. Betulan," kata Sri Mulyani dalam Festival Tranformasi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Pada saat pelantikan itu, dia berdiskusi dan banyak mendengarkan Nadiem. Hal itu, kata dia, menjadi pengingat yang baik untuk dirinya. Dan itu, menurutnya, merupakan suatu proses yang seharusnya membuat sadar, bahwa perubahan adalah keniscayaan.

    Adapun pada 23 Oktober 2019 Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik para menteri Kabinet Indonesia Maju. Sedangkan pada 25 Oktober 2019 dilakukan pelantikan wakil menteri.

    Sri Mulyani merupakan menteri yang bertahan dari periode sebelumnya atau pada Kabinet Kerja. Bahkan wanita kelahiran 1962 itu, pernah juga menjadi menteri pada pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    "Saya tidak tahu kenapa diberdirikan di sebelahnya Nadiem, mungkin untuk menyindir saya. Karena kalau tidak, hanya seperti dinosaurus, kalau kita tidak berubah, maka kita akan punah," kata dia.

    Pesan itu, kata Sri Mulyani akan dia ingatkan ke seluruh jajaran di Kementerian Keuangan. "Change for better, change for more transparency, change for more effective. Dan ini yang akan kami terus tanamkan ke seluruh Kemenkeu," ujar dia.

    Dia juga mengatakan untuk terus memanfaatkan teknologi. Karena, kata dia, dengan bantuan teknologi banyak perubahan bisa dilakukan menjadi lebih mudah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.