Bank Mandiri Catat Laba Rp 20,3 T, Tumbuh 11,9 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bank Mandiri. Tempo/Tony Hartawan

    Ilustrasi Bank Mandiri. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mencatatkan laba Rp 20,3 triliun hingga triwulan III 2019. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan nilai itu menunjukkan pertumbuhan hampir 12 persen dibanding periode yang sama 2018.

    "Naik 11,9 persen dibandingkan pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu," kata Panji di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.

    Di lokasi yang sama, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan perolehan itu salah satunya ditopang pertumbuhan kredit yang diiringi dengan perbaikan kualitas kredit. Dan, kata dia, hal itu ditopang pengendalian biaya operasional melalui dukungan otomatisasi serta digitalisasi.

    ”Pertumbuhan Bank Mandiri saat ini lebih kami utamakan untuk sustainabilitas jangka panjang sehingga pengukuran kinerja tidak hanya diukur pada akhir periode tetapi juga saldo rata-rata,” ujar Hery.

    Metode itu, ucap dia, mampu menjadikan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri menjadi lebih sustainabel dan berkualitas, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang jauh lebih baik bagi pemegang saham.

    Menurut dia, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kinerja yang berkualitas pada kuartal III tahun 2019. Pencapaian itu didorong pertumbuhan rata-rata Kredit Konsolidasi yang mencapai 11,5 persen (YoY) atau mencapai Rp 806,8 triliun pada September 2019.

    Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas, di mana rasio NPL gross turun 48 bps menjadi hanya 2,53 persen dibandingkan September tahun lalu. Perbaikan itu, kata dia, membuat Bank Mandiri dapat menurunkan biaya CKPN sebesar 6,27 persen.

    Sebelumnya Bank Mandiri membukukan laba sebesar Rp 13,5 triliun atau tumbuh sebesar 11,1 persen year on year (yoy) atau secara tahunan pada semester I 2019. Hery Gunardi mengatakan laba ini dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 14,85 persen (yoy) dan penurunan biaya CKPN sebesar 21,28 persen.

    "Kondisi itu juga diiringi dengan perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional yang berhasil kami tekan hingga tumbuh terkendali di single digit," kata Hery saat mengelar paparan publik kinerja Bank Mandiri di Plaza Bank Mandiri, Jakarta Selatan, Rabu 17 Juli 2019.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.