Triwulan III, Bukit Asam Jual 3 Juta Ton Batu Bara Kalori Tinggi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung duduk di depan kantor PT Bukit Asam yang merupakan gedung cagar budaya, di Sawahlunto, Padang, Sumatera Barat, 10 Juli 2019. Sawahlunto, terletak 95 kilometer sebelah timur laut kota Padang, dan dikenal sebagai kota penghasil batu bara. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Pengunjung duduk di depan kantor PT Bukit Asam yang merupakan gedung cagar budaya, di Sawahlunto, Padang, Sumatera Barat, 10 Juli 2019. Sawahlunto, terletak 95 kilometer sebelah timur laut kota Padang, dan dikenal sebagai kota penghasil batu bara. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penjualan PT Bukit Asam Tbk. Adib Ubaidillah mengatakan sampai dengan triwulan III 2019 perusahaan telah berhasil menjual sekitar 3 juta ton batu bara berkalori tinggi atau high calorie value (HCV). Adapun pada Maret 2019, perusahaan menargetkan bakal mengekspor 3,8 juta ton batu bara HCV sepanjang tahun.

    "HCV kami berhasil sold out 3 juta ton sampai September 2019. Pada 2020 kami harap sekitar 3 juta ton juga bisa terjual. Kami punya cadangan HCV untuk 10 tahun yang tidak dimiliki perusahaan lain," kata Adib saat mengelar konferensi pers di Hotel Ritz Charlton, Jakarta Selatan, Senin 28 Oktober 2019.

    Adapun penjualan untuk pasar ekspor batu bara HCV paling banyak diekspor ke Jepang. Sebabnya, kebutuhan pasar Jepang terhadap batu bara berkalori tinggi sangat besar. Selain itu, batu bara HCV juga dijual kepada perusahaan domestik untuk kebutuhan smelter.

    Adib menjelaskan untuk tahun 2020, perusahaan telah berhasil meneken kontrak penjualan batu bara HCV sekitar 50 persen dari total produksi. Kesepakatan kontrak penjualan itu dilakukan untuk pasar ekspor ke Australia dan juga smelter yang ada di dalam negeri.

    Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arivin menambahkan perusahaan tengah berencana untuk menambah produksi batu bara HCV pada tahun depan. Penambahan ini selain, memanfaatkan pit (lokasi tambang) yang siap dieksplorasi juga untuk mendongkrak kinerja perusahaan.

    "Saya yakin sampai akhir tahun, kinerja akan tetap baik dengan terus melakukan efisiensi dan strategi penjualan produk batu bara berkalori tinggi," kata Arviyan dalam acara yang sama.

    Sementara itu, harga batu bara di pasar yang belum membaik selama tiga triwulan berturut-turut pada 2019 ikut membebani kinerja perusahaan. Meski pendapatan perusahaan meningkat, laba besih setelah pajak perusahaan ikut tergerus.

    Pendapatan emiten berkode PTBA tersebut pada triwulan III 2019 tercatat masih mengalami pertumbuhan tipis 1,3 persen secara tahunan/year on year (yoy). Dikutip dari laporan kinerja keuangan, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 16,25 triliun dari sebelumnya Rp 16,03 triliun.

    Meski pendapatan meningkat, laba bersih usaha tercatat mengalami penurunan sepanjang triwulan III 2019. Menurut laporan kinerja perseroan, laba perusahaan PT Bukit Asam Tbk. pada triwulan III turun menjadi Rp 3,1 triliun atau sebesar 21,7 persen dari sebelumnya Rp 3,9 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.