PUPR Akan Mengecek Sertifikasi Pekerja Proyek Kereta Cepat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan Terowongan atau Tunnel Kereta Cepat, di kawasan Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 2 Oktober 2019. Pembangunan terowongan atau tunnel kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 5 kilometer yang membentang dari Halim Perdanakusuma hingga Pondok Gede tersebut ditergetkan beroperasi pada 2021. ANTARA

    Pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan Terowongan atau Tunnel Kereta Cepat, di kawasan Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 2 Oktober 2019. Pembangunan terowongan atau tunnel kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 5 kilometer yang membentang dari Halim Perdanakusuma hingga Pondok Gede tersebut ditergetkan beroperasi pada 2021. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -  Setelah insiden kebakaran pipa BBM Pertamina di lokasi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) pada Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memeriksa kembali kelayakan para pekerja konstruksi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Hal ini dilakukan karena kebakaran pekan lalu terbukti akibat kelalaian kerja dari PT KCIC.

    Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin mengatakan, tim dari Komite K2 sebelumnya sudah pernah melakukan inspeksi mendadak pada pekerja konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung di dekat jalur tol Jakarta-Cikampek.

    “Belum sampai dua minggu sebelumnya kita mengadakan sidak tapi yang di dekat tol Jakarta-Cikampek dan hasilnya bagus dan profesional. Namun, setelah kejadian ini [kebakaran pipa PT Pertamina] kita langsung evaluasi ulang [kelayakan para pekerja konstruksi],” ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019.

    Insiden kebakaran pipa BBM Pertamina ini akibat ada bor yang mengenai pipa. Kebakaran tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil, tetapi juga memakan satu korban jiwa yakni operator alat berat, yang merupakan tenaga kerja asing asal Cina.

    Sertifikasi menjadi cara untuk memastikan tenaga kerja konstruksi memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang tertentu. Hal inilah yang menjadi alasan Kementerian PUPR melakukan Percepatan Sertifikasi dan Bimbingan Teknis kepada tenaga kerja konstruksi. Dengan tenaga kerja konstruksi yang berkompeten dinilai mampu meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja di lapangan.

    Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi pun telah menyertifikasi lebih dari seratus ribu tenaga kerja konstruksi, baik tenaga terampil dan tenaga ahli. Targetnya, hingga akhir tahun ini, sebanyak 212.000 pekerja konstruksi tersertifikasi.

    Saat ini, seluruh pengerjaan bored pile proyek Kereta Cepat Jakarta—Bandung dihentikan sementara. Hal itu menjadi salah satu keputusan dan rekomendasi dari tim Komite Keselamatan Konstruksi pascainsiden kebakaran pipa BBM milik Pertamina di Cimahi pekan lalu.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.