Jejak Luhut Pandjaitan di Perusahaan Prabowo dan Jokowi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Luhut Pandjaitan kembali menjadi pembantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Selain menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan investasi, Luhut kini juga menjadi rekan satu tim dengan Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju. Hubungan ketiganya tak hanya soal politik, tapi juga bisnis.

    1. PT Kiani Kertas milik Prabowo

    Awal 2004, Luhut tercatat menjadi Komisaris Utama di PT Kiani Kertas, pabrik kertas yang dimiliki sepenuhnya oleh Prabowo. Di tahun tersebut, Kiani Kertas tengah terbelit masalah, salah satunya pembayaran utang ke PT Bank Mandiri Tbk. 

    “Kami sedang menghadapi dua persoalan penting. Pertama, restrukturisasi utang US$ 170 Juta di Bank Mandiri. Kedua, kami harus dapat investor strategis yang mau menyuntik modal kerja sebesar US$ 50 juta,” kata dia dalam wawancara bersama Majalah Tempo.

    Di tengah persoalan tersebut, adik dari Prabowo,, Hashim Djojohadikusumo masuk menjadi investor Kiani Kertas lewat perusahaannya yang bernama Novela, pada Januari 2005. Suntikan dana sebesar US$ 50 juta pun mengalir masuk ke kas Kiani Kertas. Suntikan modal ini juga berlangsung tak lama setelah Bank Mandiri sepakat untuk merestrukturisasi utang dari Kiani Kertas.

    Setelah di Kiani Kertas, hubungan keduanya masih sangat dekat. Salah satunya awal 2018 saat Luhut mengikuti acara pertemuan musim semi (Spring Meeting) International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) di Washington DC, Amerika Serikat. Kala itu, Luhut menyebut telepon yang diterimanya adalah dari Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra.

    Tempo menyaksikan saat Luhut menerima telepon dari Prabowo itu pada  Rabu 18 April 2018 sekitar pukul 07.30 waktu Washington DC , Amerika Serikat. Tempo berada di Lobi Hotel Trump International, pusat kota Washington DC saat peristiwa itu terjadi. Tak jauh dari Luhut saat menerima telepon. Luhut menginap di hotel itu bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

    "Dinihari tadi saya juga ditelepon tapi sedang istirahat," kata Luhut menjelaskan telepon dari Prabowo yang baru diterimanya kepada Tempo. Saat menerima telepon itu Luhut tampak bicara santai, sesekali ia terbahak. Terdengar ucapan Luhut saat memanggil Prabowo yang ada di ujung telepon dengan "Wok".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.