Luhut Ungkap Kisah Empat Kali Ditunjuk Jokowi Mendadak

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (kanan) saat menuju acara pembukaan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA/MediaOOC2018/Prasetia Fauzani

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (kanan) saat menuju acara pembukaan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA/MediaOOC2018/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Jakarta - Luhut Binsar Panjaitan mengucap syukur kepada Tuhan karena di usia yang sudah menginjak 72 tahun masih diberikan kesempatan untuk mengabdi bagi Indonesia. Lewat akun facebooknya pada Sabtu, 26 Oktober 2019, Luhut mengungkap cerita di balik penunjukannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada kabinet pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    “Per tanggal 23 Oktober kemarin, saya dilantik sebagai Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi oleh Presiden Joko Widodo,” kata Luhut memulai cerita.

    Ini merupakan jabatan keempat Luhut di bawah Jokowi. Sebelumnya, Luhut dipilih menjadi Kepala Staf Kantor Kepresidenan, lalu Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, serta yang terakhir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. “Meskipun demikian ada satu hal yang terus berulang, saya selalu diberitahu mendadak,” ujarnya.

    Selama empat kali ditunjuk, Luhut mengungkapkan, empat kali pula penunjukan itu selalu mendadak. Dirinya selalu menjadi orang paling terakhir dipanggil Jokowi pada 22 Oktober lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.