Genjot Inovasi, Kemenperin Bentuk Masyarakat Keramik Indonesia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membuat pot keramik di industri keramik dan gerabah Oma Saputra di Kiaracondong, Bandung, Jumat (4/1). Harga Elpiji yang naik tahun ini akan semakin membebani pengusaha kecil. TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja membuat pot keramik di industri keramik dan gerabah Oma Saputra di Kiaracondong, Bandung, Jumat (4/1). Harga Elpiji yang naik tahun ini akan semakin membebani pengusaha kecil. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian bakal segera mendirikan Masyarakat Keramik Indonesia (MKI). Kemenperin berharap MKI ini dapat memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan inovasi, hilirisasi industri dan penciptaan nilai tambah di industri keramik dalam negeri.

    “Jadi, MKI akan berfungsi sebagai simpul kolaborasi antara para pemangku kepentingan, yang terdiri dari para akademisi, masyarakat bisnis dan instansi litbang pemerintah serta komunitas keramik,” kata Kepala BPPI Ngakan Timur Antara, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2019. 

    Selain itu, MKI juga diharapkan bisa menjadi penghubung agar hasil penelitian dan pengembangan dari Balai Besar Keramik (BBK) dapat lebih diterapkan sesuai dengan kebutuhan industri. Sebab saat ini, sudah banyak hasil penelitian dari BBK yang dinilai mempunyai Technological Readiness Level (TRL) 7. “Artinya telah siap untuk diaplikasikan,” ujar Ngakan.

    Ngakan menambahkan, Kemenperin juga berharap kepada para industri keramik dalam negeri agar terus berkontribusi sebagai salah satu motor penggerak akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. “Jadi, selain dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, kami juga mendorong agar mereka bisa memperluas pasar ekspor terutama di tingkat regional,” kata dia.

    BBK merupakan salah satu unit penelitian di bawah BPPI Kemenperin. Kepala BBK Gunawan menyatakan, riset di lembaganya saat ini lebih diarahkan pada advanced ceramic, selain keramik konvensional. Menurut dia, fokus ini sejalan dengan wacana Industri 4.0 di Kemenperin.

    Saat ini, kata dia, BBK telah mempunyai kemampuan mulai dari ekstraksi bahan alam hingga sintesis bahan berbasis teknologi nano. Selain itu, BBK juga telah menghasilkan pemurnian bahan alumina, zirconia, titania, dan ferrite. “Ini siap digunakan oleh industri keramik di Indonesia,” ujarnya.

    Sementara itu, kinerja produksi sektor keramik dalam negeri saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan itu hadir dari arus produk impor yang masuk ke Indonesia.

    Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menjelaskan hasil dari tindakan pengamanan atau safeguard yang diberikan pemerintah pada Oktober 2018 untuk menghadapi ancaman impor produk keramik China masih di luar ekspektasi. Namun, asosiasi masih optimistis mampu meningkatkan kinerja produksi sektor keramik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.