Wadah Kolaborasi Para Kreator, SENYAWA+ 2019 Digelar 2-3 November

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO and Co-Founder Kata.ai, Irzan Raditya, dan Pimpinan Redaksi Tempo.co, Wahyu Dhyatmika, dalam kelas Robojurnalism dalam acara Senyawa+ di The Room, Hotel Monopoli, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Desember 2018. TEMPO/Khory

    CEO and Co-Founder Kata.ai, Irzan Raditya, dan Pimpinan Redaksi Tempo.co, Wahyu Dhyatmika, dalam kelas Robojurnalism dalam acara Senyawa+ di The Room, Hotel Monopoli, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Desember 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Rombak Media, TEMPO.Co, FounderAsia, Creativepreneur, dan M Bloc bakal menggelar festival kolaborasi antar kreator, talenta, kolaborator, dan organisasi bertajuk SENYAWA+ 2019 di Jakarta pada 2-3 November 2019.

    CEO Rombak Media Dennis Adishwara mengatakan, SENYAWA+ 2019 merupakan wadah kaum milenial untuk saling berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai industri di Indonesia, serta membuat para kreator saling berkolaborasi guna menciptakan inovasi yang bisa menyelesaikan masalah industrinya masing-masing. "Saya percaya SENYAWA+ mampu menjadi panggung aksi untuk saling berkolaborasi dan membuka peluang berkarya," kata dia melalui keterangan tertulis, Jumat, 25 Oktober 2019.

    SENYAWA+ 2019 adalah digagas untuk mengkoneksikan kreator dari berbagai industri, untuk saling berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai industri di Indonesia. Dari festival tersebut,  para kreator diharapkan saling berkolaborasi guna menciptakan inovasi yang bisa menyelesaikan masalah industri mereka masing-masing.

    Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 267 juta orang menjadi potensi besar menciptakan banyak inovasi dengan berkolaborasi menyatukan keberagaman yang ada.

    "Ajang tersebut juga sebagai stimulus bagi para generasi muda Indonesia dari berbagai latar belakang industri dengan menghadirkan titik temu sebagai bentuk perayaan atas keberagaman yang ada," ucapnya.

    Festival yang didukung Lenovo dan Telkomsel ini hyga membuka kesempatan bagi para individu muda dari berbagai latar, mulai dari wirausahawan, artis, musisi, profesional muda, pengembang software, jurnalis, hingga investor berusia antara 18 hingga 24 tahun untuk berkolaborasi bersama dengan 51 pembicara yang akan dihadirkan.

    SENYAWA+ 2019 merangkul tokoh-tokoh terdepan di berbagai industri paling menjanjikan di Indonesia, yakni antaranya industri teknologi, kreatif, food and beverage, musik, film, pendidikan, media, dan fesyen, dengan tema “The Future is Not Digital".

    Acara ini juga didukung oleh beberapa figur terkemuka di industri teknologi seperti Wafa Taftazani (YouTube Indonesia), Aldo Rambie (Facebook), dan menggandeng figur industri kreatif seperti Abimana Aryasatya (Aktor), Coki & Muslim (Komedian), Putri Tanjung (Creativepreneur), Baim Wong (Kreator Konten),Marchella FP (NKCTHI).

    Adapula tokoh-tokoh pencari solusi tanah air, mulai dari bidang pendidikan oleh Sabda P.S (Zenius Education) dan hingga media, Rhaka Ghanisatria (Menjadi Manusia), Pangeran Siahaan (Asumsi), Jovita Ayu (TelusuRI), dan masih banyak lagi.

    Ajang ini mengajak para pelaku industri untuk menyadari bahwa kolaborasi adalah kunci untuk kita mewujudkan masa depan yang lebih baik di berbagai industri.

    SENYAWA+ 2019 2019 akan di dua panggung utama Livehouse dan _Oeang restaurant serta pameran di M Bloc Space, Jakarta Selatan.

    CEO Creativepreneur Putri Tanjung mengungkapkan sangat antusias sekali dengan diadakannya acara ini, karena banyak kesempatan berkolaborasi dengan para pemain di berbagai industri, terutama industri kreatif.

    "Karena kami ingin membangun masa depan yang baik yang dapat memberdayakan seluruh masyarakat dengan kreatifitas. Kami melihat  Ke depannya kami juga akan bekerja sama dengan SENYAWA+ 2019 untuk membuat berbagai program berkelanjutan seputar industri creative dan entrepreneurship,” ungkap dia.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?