Usai Dilantik, Kartika Wirjoatmodjo Segera Bagi Portofolio BUMN

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, di Kompleks Istana Kepresidenan jelang pelantikan wakil menteri 2019-2024, Jakarta, 25 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Dirut Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, di Kompleks Istana Kepresidenan jelang pelantikan wakil menteri 2019-2024, Jakarta, 25 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo baru saja melantik dua Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, untuk mendampingi Menteri BUMN Erick Thohir. Kedua wamen, yakni Kartika Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin akan membagi penugasan di antara mereka berdasarkan sektor bisnis BUMN. 

    Hal tersebut diungkapkan oleh Kartika Wirjoatmodjo, seusai dilantik menjadi Wamen BUMN. “Kita masih diskusi, bagi portofolio karena BUMN besar sekali ya, 143 perusahaan. Kita pasti bagi portofolio karena kita ingin birokrasi di BUMN kita korporatisasi. Supaya benar-benar bisa sehat, berkembang menjadi perusahaan global,” ujar mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk itu di Istana Negara, Jumat 25 Oktober 2019.

    Kendati demikian, Kartika belum bisa merinci detail pembagian sektor karena masih menunggu untuk bertemu dengan rekannya, Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri BUMN Erick Thohir. Pembagian sektor tersebut diperlukan karena jumlah BUMN saat ini mencapai lebih dari 140 unit.

    Sektor BUMN terbagi mulai dari sektor jasa, keuangan, infrastruktur, pertambangan, hingga pertahanan. “Kita ingin semua sesuai dengan pesan Presiden bisa menjadi aset yang sangat produktif, bisa menjadi perusahaan kelas global,” kata Kartika

    Selain bakal segera membagi portofolio BUMN, Kartika Wirjoatmodjo juga berinisiatif untuk membangun kolaborasi dengan pihak swasta. Menurut dia, salah satunya adalah program transfer teknologi, supaya memberikan manfaat efisiensi terhadap kinerja BUMN.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.