Jadi Wamen BUMN Bareng Gunadi, Kartiko Mundur dari Bank Mandiri

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kiri) saat RUPSLB Bank Mandiri 2017 di Jakarta, 21 Agustus 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kiri) saat RUPSLB Bank Mandiri 2017 di Jakarta, 21 Agustus 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Kartika Wirjoatmodjo memastikan segera mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri itu ia lakukan setelah Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Wakil Menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Maju.

    Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko memberikan keterangan bersama Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara, Jumat 25 Oktober 2019. Keduanya mengisi pos sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendampingi Menteri BUMN Erick Thohir.

    Budi Gunadi Sadikin diperkirakan juga akan melepas jabatannya sebagai Dirut Inalum pasca penunjukannya masuk kabinet Indonesia Maju.

    Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah membenarkan bahwa salah satu kandidat yang diusulkan adalah Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.

    Namun, ketika dikonfirmasi tentang rencana tersebut, Kartika enggan berkomentar lebih jauh. Ia mengatakan informasi tersebut belum pasti dan masih sekadar gosip. "Belum, belum. Masih gosip, masih gosip," ujar dia saat ditanya Tempo, Rabu 23 Oktober 2019.

    Kartika pun lalu berlalu sambil tersenyum. "Masih gosip, entar dulu. Jangan dulu," kata dia berulang kali. 

    Kartika atau Tiko lahir pada 1973 dan mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Indonesia jurusan Ekonomi dan Akuntansi dan Erasmus University Rotterdam program MBA.

    Kartika Wirjoatmodjo menjabat Direktur Utama Bank Mandiri sejak Maret 2016, sebelumnya mengisi posisi Direktur Keuangan di perusahaan yang sama sejak Maret 2015 hingga Maret 2016.

    BISNIS | CAESAR AKBAR

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).