SKK Migas Temukan Pencurian Minyak di Blok Rokan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) M Atok Urrahman mengungkapkan, pihaknya menemukan 63 kasus pencurian minyak dari jaringan pipa PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang mengelola Blok Rokan, Riau. Kejadian tersebut terjadi sejak tahun 2012 hingga September 2019.

    "Itu sampai sekarang terjadi 63 kejadian. Mulai 2012 ya," kata dia di kantor SKK Migas, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Atok mengungkapkan, kejadian pencurian minyak terbanyak terjadi pada tahun 2018, ada sekitar 53 illegal drilling. Ia menambahkan, bahwa orang yang melakukan pencurian minyak pada pipa penyalur adalah bukan orang biasa, karena mereka sudah memahami jalur distribusi migas, sehingga tau mana yang harus dilubangi.

    "Pencurian aset meningkat, khususnya di Chevron. Beberapa tahun aman, tapi sekarang semakin canggih. Orang-orang itu membuat terowongan yang terakhir ini sampai 100 meter," kata Atok.

    Atok menjelaskan, akibat illegal driling yang dilakukan oleh oknum ini, tingkat produksi migas dari Chevron menurun.  "Sangat jelas." Namun, ia belum bisa menyebutkan angka penurunan tersebur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.