Tahun Depan, BEI Targetkan 5 BUMN Melantai di Bursa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat diskusi bersama redaksi dan manajemen Tempo di gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat diskusi bersama redaksi dan manajemen Tempo di gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia atau BEI menargetkan minimal sebanyak 5 Badan Usaha Milik Negara atau BUMN bakal melantai di bursa menjadi perusahaan publik lewat skema initial publik offering (IPO). Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan BUMN yang melakukan IPO tersebut bukan hanya anak usaha tetapi juga induk usaha BUMN.

    "Tentunya kami selalu melakukan pendekatan dengan siapapun. Mudah-mudahan sih, ke depan (2020) ada suatu, ada 5 lah paling enggak ke depan harapannya IPO yang bisa lakukan," kata Inarno di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis 24 Oktober 2019.

    Kendati demikian, Inarno mengatakan, dirinya belum bisa membeberkan BUMN mana saja yang dinilai layak untuk diusulkan untuk bisa melakukan IPO. Namun, dia mengklaim, telah memiliki daftar perusahaan BUMN yang dinilai layak untuk bisa melakukan IPO.

    Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoma Yetna mengatakan otoritas bursa akan terus mendorong supaya BUMN bisa menjadi perusahaan terbuka. Apalagi dengan menjadi perusahaan terbuka, bisa meningkatkan performa akuntabilitas dan profesionalisme BUMN.

    "Yang juga penting selain akuntabilitas dan profesionalisme, bisa meningkatkan transparansi bagi perusahaan," kata Nyoman dalam acara yang sama.

    Menurut Nyoman, BEI terus mendorong BUMN untuk bisa melantai di bursa. Dorongan tersebut misalnya pernah dilakukan dengan cara mengirimkan surat kepada kementerian. Dalam surat tersebut, BEI menyajikan data-data sejumlah BUMN yang telah listed ternyata memiliki performa yang sangat baik.

    Selain melalui saluran formal, Nyoman melanjutkan, BEI juga melakukan komunikasi informal dengan sejumlah perusahaan BUMN maupun juga Kementerian BUMN. BEI juga terus mempromosikan manfaat bagi perusahaan BUMN jika telah menjadi perusahaan terbuka atau listed di bursa. "Tentunya akan ada beberapa aktivitas yang akan kami dilakukan, selain juga untuk promosi kepada kementerian maupun perusahaan, dan kami akan lakukan dengan melihat perkembangan ke depan," kata Nyoman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.