Pengembang Minta Menteri PUPR Lanjutkan Program Rumah Murah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat bertandang ke rumah dinas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Komplwks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat bertandang ke rumah dinas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Komplwks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

     
    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali menunggu langkah lanjutan yang akan dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada periode keduanya ini. Daniel menilai terpilihnya kembali Basuki dalam kabinet Presiden Joko Widodo jilid II dapat meneruskan harapan masyarakat untuk mendapatkan rumah murah
     
    "Kami mengapresiasi ditunjuknya kembali Menteri PUPR yang terbukti membela kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah, salah satunya dengan merelaksasi program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT)," tutur Daniel kepada Tempo, Kamis, 24 Oktober 2019.
     
    BP2BT merupakan kredit kepemilikan rumah murah bersubsidi yang diberikan bersama dengan subsidi uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya. Saat ini, pemerintah sudah mulai membahas terkait dengan relaksasi aturan untuk BP2BT dengan mempermudah sertifikat laik fungsi (SLF), tabungan, dan uang muka.
     
    Setidaknya, ada tiga poin penting dalam relaksasi aturan BP2BT, yaitu aturan SLF nantinya akan disamakan dengan syarat pada skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan. Kemudian, tabungan dipermudah dari 6 bulan menjadi 3 bulan dan uang muka dari 5 persen menjadi 1 persen.
     
    "Bank pelaksana, Bank BTN dan BNI juga sudah siap dan sudah menandatangani perjanjian kerja sama operasional (PKO) dengan PUPR untuk melaksanakan hal ini," tutur Daniel. 
     
    Selain itu, Daniel menuturkan pengembang juga berharap dana talangan kuota rumah murah subsidi FLPP segera dapat direalisasikan dalam waktu dekat ini. Apalagi, kata dia, pemerintah menaruh perhatian terhadap ketersediaan rumah murah bagi MBR.

    Selain itu, ia juga berharap agar anggaran kuota FLPP tahun depan juga bisa meningkat. Menurut dia, hal ini penting untuk mengurangi persoalan backlog rumah khususnya bagi MBR. 
     
    "Kami sangat mendukung program sejuta rumah dan mengapresiasi langkah cepat Pak Basuki yang dipilih kembali, yang dapat membantu percepatan penyediaan perumahan khususnya rumah murah bagi MBR," tutur Daniel. 
     
     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.