Rini Soemarno Minta Erick Thohir Selesaikan Holding BUMN

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung utama Kementerian BUMN yang diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada Ahad, 5 Mei 2019. Gedung yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tersebut dibangun atas inisiatif dan kerja sama Kementerian BUMN dengan 143 perusahaan pelat merah. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Gedung utama Kementerian BUMN yang diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada Ahad, 5 Mei 2019. Gedung yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tersebut dibangun atas inisiatif dan kerja sama Kementerian BUMN dengan 143 perusahaan pelat merah. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, JakartaMantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh menteri penerusnya di Kabinet Indonesia Maju, Erick Thohir. Salah satu PR itu adalah mengenai Holding BUMN. 

    "Karena BUMN ini sektor usahanya cukup besar dan targetnya per sektor itu ada holding company, sub holding company," ujar Rini saat acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian BUMN, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Hingga kini, Rini mengatakan sudah ada beberapa Holding BUMN yang terbentuk. Ia menyebut misalnya Holding Kehutanan, Holding Perkebunan, Holding Migas, Holding Tambang, dan Holding Pupuk. Sementara holding yang sudah disetujui presiden namun perubahan sahamnya belum masuk semua, alias masih ada di kementerian BUMN adalah Holding Farmasi.

    "Yang sekarang sedang direview untuk diselesaikan adalah Holding Perumahan, Konstruksi, itu belum ditandatangani Pak Presiden dan Holding Asuransi, itu perlu diselesaikan," tutur Rini.

    Kepada Erick, Rini juga berpesan agar kebersamaan BUMN terus dijaga. Sebab, selama ini antar-perusahaan pelat merah acapkali berkompetisi sehingga malah saling melemahkan. Saat ini, persoalan itu sudah berkurang dan komunikasi antar perusahaan sudah terjalin, baik perusahaan besar melihat yang kecil maupun sebaliknya.

    Rini Soemarno pun mengingatkan bahwa perusahaan pelat merah ke depannya harus bisa berfungsi mendorong perekonomian rakyat dan perekonomian yang lemah. "Bagaimana meningkatkan kemampuan usaha mikro super mikro dan kecil. Karena di Indonesia kekuatan kita adalah di sana, bagaimana menakdi entrepreneur kecil-kecil," kata dia. 

    Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Komisaris Utama PT Mahaka Media Tbk. itu resmi menggantikan Rini Soemarno. Erick dilantik di Istana Negara bersama dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.