Serah Terima Jabatan, Suara Rini Soemarno Parau Menahan Haru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) berpelukan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerja sama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) berpelukan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerja sama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Suara Rini Soemarno terdengar parau menahan haru saat menyampaikan sambutan dalam serah terima jabatan Menteri Badan Usaha Milik Negara kepada Erick Thohir. Pada mulanya Rini dengan lancar berbicara soal Kementerian BUMN yang dipimpinnya selama lima tahun silam.

    Namun, menjelang akhir pidatonya, ucapan Rini sempat tertahan. Saat itu ia hendak meminta maaf kepada para staf BUMN atas perilakunya selama lima tahun masa jabatannya. Tampak menahan tangis, Rini terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya.

    "Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh karyawan BUMN dan Direksi BUMN. Mungkin selama lima tahun saya menyakitkan, atau langkah saya menyinggung bapak - ibu sekalian. Sebagai manusia saya tidak terlepas dari kekurangan kekurangan saya," ujar dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Pada awalnya, Rini bercerita bahwa ia telah menjabat sebagai Menteri BUMN selama 5 tahun kurang enam hari, setelah ia melakukan serah terima jabatan dengan Menteri BUMN sebelumnya, Dahlan Iskan. Dalam waktu yang panjang itu, ia mengklaim telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.

    Menurut Rini, dalam lima tahun terakhir BUMN sudah berubah cukup banyak. "BUMN kita ke depan semakin kuat dan bisa berkiprah di seluruh dunia," ujar dia. Ia mengatakan masih ada pekerjaan rumah yang belum selesai, seperti holdingisasi BUMN.

    Kepada Erick Thohir, Rini Soemarno berpesan agar kebersamaan BUMN terus dijaga. Sebab, selama ini perusahaan pelat merah acapkali berkompetisi sehingga malah saling melemahkan. Saat ini, persoalan itu sudah berkurang dan komunikasi antar perusahaan sudah terjalin, baik perusahaan besar melihat yang kecil maupun sebaliknya.

    Rini pun mengingatkan bahwa perusahaan pelat merah ke depannya harus bisa berfungsi mendorong perekonomian rakyat dan perekonomian yang lemah. "Bagaimana meningkatkan kemampuan usaha mikro super mikro dan kecil. Karena di Indonesia kekuatan kita adalah di sana, bagaimana menakdi entrepreneur kecil-kecil," kata Rini Soemarno

    Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Komisaris Utama PT Mahaka Media Tbk. itu resmi menggantikan Rini Soemarno. Erick dilantik di Istana Negara bersama dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.