Dikepung Politisi dan Mantan Jenderal di Kabinet, Sri Mulyani: Bukan Kendala

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid I tahun 2015-2019 dan Jilid II periode 2019-2024. (Instagram@smindrawati)

    Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid I tahun 2015-2019 dan Jilid II periode 2019-2024. (Instagram@smindrawati)

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi tentang sosok menteri-menteri mitra kerjanya dalam tim Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Seperti diketahui Sri Mulyani akan bekerja sama dengan menteri yang memiliki berbagai latar belakang mulai dari politisi hingga kepolisian dan militer.

    "Kami di Kementerian Keuangan selama ini bekerja sama dengan politisi, mantan jenderal, tapi kami tetap bekerja sama dengan baik," ujar Sri Mulyani, usai acara Penyambutan Kembali Menteri Keuangan periode 2019-2024, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Dalam tim ekonomi misalnya, Sri Mulyani akan bermitra dengan Airlangga Hartarto,
    Ketua Umum Partai Golkar yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Berikutnya, dengan Purnawirawan Jenderal TNI Luhut Binsar Panjaitan yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. "Mindset kita bagaimana bisa bekerja sama, program sudah jelas, ini keputusan strategis dan penting dalam kabinet, saya tidak melihatnya sebagai kendala," katanya.

    Sri Mulyani menuturkan hal itu dilihat dari sudut pandang positif, yaitu sebagai dinamika baru untuk meningkatkan kinerja perekonomian yang lebih baik. Terlebih, menurut dia sosok-sosok tersebut juga tetap memiliki kapabilitas dan kemampuan untuk memimpin pos kementerian yang dijabatnya.

    "Misalnya Pak Airlangga ini suatu transisi yang positif karena beliau sudah cukup tahu tantangan dari industri manufaktur yang merupakan kunci untuk menjawab persoalan defisit neraca transaksi berjalan dan defisit perdagangan," katanya. Hal itu terlait dengan jabatan Airlangga pada periode sebelumnya Menteri Perindustrian.

    Sri Mulyani melanjutkan koordinasi antar kementerian di kabinet kali ini juga diharapkan lebih lancar, karena telah memiliki kesamaan persepsi, serta visi dan misi yang sama sesuai arahan Presiden Joko Widodo. "Apalagi untuk Pak Airlangga dan Pak Luhut kan beliau-beliau ini berasal dari partai yang sama, sehingga koordinasinya bisa lebih baik," katanya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.