Pesan Jusuf Kalla ke Menteri-menteri Muda Kabinet Jokowi Jilid II

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat acara perpisahan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019 di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019.  TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat acara perpisahan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019 di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan wakil presiden Jusuf Kalla atau JK meminta semua menteri, khususnya para menteri yang berusia muda untuk bekerja keras dan mengeluarkan semua potensi yang dimiliki untuk bangsa dan negara. 

    "Ini juga ujian untuk adik-adik muda seperti Nadiem Makarim, Erick (Thohir), Bahlil (Bahlil Lahadalia) untuk memperlihatkan kemampuannya," kata JK di kediaman pribadinya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Oktober 2019.

    JK mengakui bahwa kondisi kerja di dunia usaha dengan bidang birokrat pemerintahan sangat berbeda. Namun, semua itu harus dilalui dengan baik karena semua pengalaman penting. 

    Lebih jauh Kalla menyebutkan adanya perbedaan mendasar antara bekerja di pemerintahan dengan di swasta. Jika hasil pekerjaan di dunia usaha bisa terlihat dan prosesnya bisa diubah, namun hal itu tidak berlaku di pemerintahan. "Kalau di pemerintahan, prosesnya tidak bisa diubah. Namun, (tantangan) bagaimana bisa mencapai hasil dengan baik," kata JK.

    Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik 38 menteri yang akan bekerja di dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Menteri yang dilantik Jokowi hari ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari wajah lama, petinggi partai politik, oposisi, hingga para profesional muda.

    Dari puluhan menteri itu terlihat sejumlah menteri berusia muda. Mereka di antaranya adalah Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, Erick Thohir sebagai Menteri BUMN, Bahlil Lahadalia sebagai Kepala BKPM, dan Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

    Pengamat BUMN yang juga menjabat Managing Director Lembaga Management FEB Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai Erick Thohir sebagai Menteri BUMN harus mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk posisi jabatan tersebut. "Erick Thohir saya kira memiliki kriteria tersebut, terbukti dari pengalaman sebagai CEO yang mempersiapkan Asian Games dengan sukses," ujarnya ketika dihubungi.

    Setidaknya, kata ada tiga pekerjaan rumah yang diemban Menteri BUMN baru tersebut. Pertama, menyelesaikan program pembentukan sectoral holding dan pada akhirnya superholding BUMN.
     
    Kedua, penyelesaian proses restrukturisasi BUMN besar yang masih membukukan kerugian, seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ketiga, perbaikan tata kelola atau good corporate governance (GCG) BUMN sehubungan makin banyaknya kasus korupsi di perusahaan pelat merah.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.