Dilantik Jadi Menteri Perindustrian, Ini Profil Agus Gumiwang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Gumiwang tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Agus Gumiwang tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini melantik Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Politikus Partai Golkar yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Sosial pada 2018 - 2019 ini menggantikan Airlangga Hartanto yang ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.

    Pria kelahiran Jakarta, 3 Januari 1969, itu menamatkan pendidikan sarjananya di luar negeri dan mendapatkan gelar Bachelor of Science Commercial and Industrial Economic di Pacific Western University, California Amerika Serikat. Kemudian dia mengambil pendidikan pascasarjana dan doktoralnya di Universitas Padjajaran Bandung.

    Terkait karir, Agus pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Agumar Eka pada 1994 atau ketika usianya baru menginjak 24 tahun. Dia mengemban tugas itu hingga 1999. Dia juga tercatat menjabat sebagai komisaris utama PT Asiana Lintas Development pada 2012 - sekarang.

    Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi) Adhi S Lukman menilai Agus Gumiwang tidak memiliki cacat selama karir. "Ini modal besar untuk memimpin perindustrian,” katanya, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Dengan latar belakang pendidikan dan karirnya, Agus Gumiwang dinilai bisa mendukung kebijakannya sebagai menteri perindustrian berwawasan global. Hal itu semestinya mendukung hadirnya sejumlah kebijakan Kementerian Perindustrian yang lebih inovatif. Industri dalam negeri membutuhkan perspektif yang lebih luas dalam pengembangannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.