Johnny Plate Salah Sebut Nama Kementerian Kominfo Saat Sertijab

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Tempo.Co, Jakarta - Ada kejadian tak biasa dalam momen prosesi serah-terima jabatan atau sertijab Menteri Komunikasi dan Informatika dari Rudiantara kepada Johnny Gerard Plate atau Johnny Plate pada Rabu, 23 Oktober 2019. Johnny yang telah resmi menjabat sebagai Menkominfo periode 2019-2024 tampak salah menyebut nama kementerian yang kini diampunya.

    "Rekan-rekan yang saya banggakan di Kementerian Komunikasi dan Informasi," tutur Johnny Plate di gedung lantai 8 Kominfo. Kalimat Johnny yang belum selesai itu langsung memantik gemuruh peserta Sertijab.

    "Salah, Pak. Salah. Yang benar Kementerian Komunikasi dan Informatika," ujarnya. Sadar keliru, Johnny lalu merevisi ujarannya.

    "Saya ulangi. Rekan-rekan Kominfo yang saya banggakan," tutur Johnny Plate yang langsung disambut tepuk tangan.

    Dalam sambutan setelahnya, Johnny Plate mengatakan Kominfo lebih produktif dengan mendorong pemerolehan pendapatan negara bukan pajak atau PNBP. "Kita ingin jadi negara dengan pendapatan Rp 7 triliun (GDP) gross domestic product per tahun. Kominfo harus bisa ambil bagian," ujarnya.

    Johnny Plate mengatakan, ia bakal merancang program untuk mengintensifkan penerimaan pajak. Namun, tak dijelaskan berapa detail target kontribusi Kominfo terhadap PNBP dan program ke depan yang akan dijalankannya.

    Jokowi menunjuk Johnny menggantikan Rudiantara. Sebelumnya, Jokowi meminta Johnny Plate merampungkan masalah kedaulatan data pribadi. "Masalah cyber crime, kedaulatan data, dan lain-lainnya akan menjadi wilayah beliau,” ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Johnny merupakan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem. Ia tercatat sebagai anggota DPR periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I. Terakhir, Johnny menjabat sebagai anggota Komisi IX.

    Di Komisi XI, Johnny Plate bertugas membidangi masalah keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank. Saat menjadi politikus, Johnny Plate pernah mengatakan partainya tak kepingin terlibat terlalu banyak terlibat dalam penyusunan kementerian yang Presiden Joko Widodo atau kabinet Jokowi.

    Selain sebagai politikus, Johnny Plate memiliki kiprah sebagai pucuk pimpinan di sejumlah perusahaan. Berdasarkan situs dpr.go.id, ia pernah menjadi Direktur PT Airasia Mitra Investama pada 2012.

    Empat tahun sebelumnya, Johhny menempati posisi sebagai CEO Group di PT Bima Palma Nugraha. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi Direktur Utama PT Gajendra Adhi Sakti.

    Johnny Plate tercatat sebagai komisaris di sejumlah entitas. Ia pernah menjadi komisaris di PT Mandosawo Putratama, PT Aryan Indonesia, dan PT TJB Power Service.

    Kiprah Johnny Plate juga pernah tercatat di dunia penerbangan. Pada 2005-2007, ia menjabat sebagai komisaris di PT Indonesia Airasia. Entitas itu adalah perusahaan penerbangan asal Malaysia yany membuka badan usaha di Indonesia.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA | BUDIARTI UTAMI PUTRI | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.