Jejak Pengganti Susi Pudjiastuti di Perusahaan Prabowo

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bingkai foto Menteri Kelautan dan Perikanan baru, Edhy Prabowo, terpampang di depan Lobi Gedung Mina Bahari V, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Bingkai foto Menteri Kelautan dan Perikanan baru, Edhy Prabowo, terpampang di depan Lobi Gedung Mina Bahari V, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus dari Partai Gerindra, Edhy Prabowo, resmi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Susi Pudjiastuti. Pelantikan terhadap Edhy resmi oleh Jokowi dilakukan pada hari ini di Istana Negara, Jakarta Pusat.

    Sehari sebelum pengumuman ini, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Habiburokhman bahkan telah memberikan bocoran soal penunjukan Edhy ini. "Saya enggak ngerti, tapi kalau isu yang saya dengar seharian ini, katanya Menteri Kelautan,” kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Lalu seperti apa sosok Edhy selama ini, sehingga ia dipilih untuk mengurus masalah laut dan ikan di Indonesia? Dalam laman resminya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis informasi pribadi dari Edhy Prabowo. Informasi ini dimuat dalam Daftar Calon Anggota DPR, DPD, DPRD Pemilihan Umum 2014. 

    Di tahun tersebut, Edhy memang ikut dalam kontestasi Pemilu 2014 dan akhirnya menjadi anggota dewan. Di DPR, Edhy menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR periode 2014-2019 yang membidangi pertanian, kehutanan, maritim atau kelautan dan perikanan, serta pangan. Periode sebelumnya, 2009-2014, Edhy juga menjadi anggota dewan dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI (perdagangan, perindustrian, koperasi, dan Badan Usaha Milik Negara).

    Selain itu, data KPU juga menampilkan riwayat pekerjaan dari Edhy selama ini. Ia tercatat pernah menjabat di sejumlah perusahaan. Di antaranya yaitu Direktur Utama PT Garuda Security Nusantara, Ketua Percepatan Pengadaan Log PT Kertas Nusantara, Komisaris PT Kiani Lestari, Ketua Koperasi Swadesi Indonesia.

    Dalam data KPU ini, Edhy juga disebutkan menjabat di PT Kertas Nusantara dari tahun 2007 hingga 2009. Awal tahun lalu, masalah terjadi di perusahaan yang berlokasi Kalimantan Timur ini setelah nasib 1.400 karyawan terkatung-katung.

    “Rencananya akan ada gelar perkara membahas nasib karyawan Kertas Nusantara bulan depan nanti,” kata Koordinator Dinas Tenaga Kerja Kaltim Pengawas Wilayah Utara, Sab’an, Senin 25 Februari 2019.

    Kertas Nusantara, yang dulunya bernama PT Kiani Kertas, tak lain adalah perusahaan yang dimiliki oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan adik kandungnya, Hashim Djojohadikusumo. Sejak lima tahun lalu, perusahaan ini mengalami masalah keuangan. Menurut Sab'an manajemen perusahaan tidak mampu membayar gaji yang menjadi tuntutan karyawan.

    Majalah Tempo edisi April 2014 pun pernah menyebut Edhy Prabowo sebagai ring 1 Prabowo Subianto. Di pusaran Pilpres 2019 Edhy mendampingi mantan Komandan Jenderal Kopassus itu di pelbagai kegiatan.

    Kini setelah ditunjuk, Edhy akan resmi berkantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gambir, Jakarta Pusat. Siang ini, pukul 12.00 WIB, serah terima jabatan dari Susi Pudjiastuti ke Edhy Prabowo akan digelar di kantor tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.