IHSG Anjlok Usai Pelantikan Kabinet Baru Jokowi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok pada perdagangan sesi pertama Rabu, 23 Oktober 2019 sekitar pukul 10.30. Anjloknya IHSG ini bersamaan dengan adanya pelantikan Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

    Berdasarkan RTI, IHSG sesi pertama tercatat anjlok sebesar 0,42 atau 26,23 poin ke level 6.199,17. Tercatat sebanyak 196 saham mengalami penurunan, 142 tak berubah dan 139 mengalami kenaikan.

    Adapun sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak dalam rentang 6.235 hingga 6.197. Dengan penurunan ini, kapitalisasi pasar sampai saat ini berada pada angka Rp 7.155,08 triliun.

    Akibat penurunan ini, dana asing tercatat keluar (net foreign sell) sebanyak Rp 168,89 miliar di seluruh pasar baik reguler maupun tunai dan negosiasi. Adapun asing keluar paling banyak berada di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 100.48 miliar.

    Dikutip dari Bisnis.com, empat sektor IHSG terpantau bergerak negatif. Gerak negatif tersebut dipimpin oleh sektor aneka industri (-1,12 persen) dan industri dasar (-0,62 persen). Lima sektor lainnya bergerak di zona hijau, dipimpin tambang yang naik 0,38 persen.

    Sementara itu, dilansir dari Reuters, bursa Asia tercatat melemah setelah para pembuat kebijakan di Parlemen Inggris menolak usulan pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson. Penolakan itu terkait jadwal guna mempercepat legislasi kesepakatan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).

    DIAS PRASONGKO | BISNIS | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.