Arifin Tasrif, Mantan Dubes Jepang yang kini Jabat Menteri ESDM

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arifin Tasrif diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Okotber 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Arifin Tasrif diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Okotber 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo menunjuk Arifin Tasrif menjabat sebagai Menteri Energi Sumber Daya Mineral atau ESDM di Kabinet Indonesia Maju periode 2019 - 2024. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang pada 2017.

    Lahir pada 66 tahun silam, tepatnya 19 Juni 1953, Tasrif menyelesaikan pendidikan sarjananya di ITB (Institut Teknologi Bandung) jurusan Teknik Kimia pada tahun 1972.

    Ia juga pernah menorehkan prestasi penghargaan internasional pada tahun 2011. Putra asli Minangkabau tersebut, meraih Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization), atas kontribusinya dalam dunia keprofesian sebagai insinyur di Indonesia dan regional ASEAN.

    Nama Arifin Tasrif semakin meroket ketika ia menjadi Direktur Utama di Pupuk Indonesia. Sebelum duduk di jabatan tersebut, ia lebih dulu menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya dan Dirut Petrokimia Gresik.

    Oleh Kementerian BUMN, ia dipercayakan untuk mengkoordinasikan produksi dan distribusi lima perusahaan untuk menjadi holding company BUMN waktu itu, di mana tujuan akhirnya adalah menjadi holding BUMN Pupuk Indonesia.

    Ia menjadi dirut pertama dari perusahaan holding pupuk BUMN setelah berhasil menyatukan lima perusahaan yang telah didorong pemerintah untuk disatukan.

    Pada tahun 2012, ketahanan pangan Indonesia dianggap mengalami peningkatan drastis seiring dengan produktivitas lahan yang semakin luas dibandingkan negara Asia lainnya, padahal waktu itu subsidi pupuk Indonesia lebih kecil dibanding negara Asia lainnya.

    Namun ketergantungan impor pangan justru menurun, oleh karena itu, dukungan keberhasilan produktivitas pertanian waktu itu disumbang besar juga dari pasokan dan kualitas pupuk yang tepat sasaran, Arifin dinilai dengan rapor baik atas capaiannya.

    Tidak lama setelah itu, ia mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang sejak 2017. Kini pada 23 Oktober 2019, dengan memakai batik lengan panjang, ia duduk di tangga Istana Presiden, disebutkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Kabinet Indonesia Maju.

    Menggantikan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM sebelumnya, Arifin Tasrif akan memiliki tugas utama yaitu fokus pada peningkatan migas, mineral dan minerba. Dalam waktu jangka pendek, lima tahun ke depan, ia diminta untuk melaksanakan visi dan misi Presiden serta Wakil Presiden.

    Dengan pengalamannya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang, ia berpotensi untuk menjalin hubungan bilateral dengan Jepang dalam rangka investasi sektor migas. Selain itu, Jepang juga selama ini dikenal unggul dalam pengembangan sektor energi baru terbarukan serta kendaraan listrik, maka tidak menutup kemungkinan kerja sama kedua negara dalam sektor energi bisa dimaksimalkan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.