Dirgantara Indonesia Kirim Pesanan Pesawat NC212i untuk Thailand

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan produksi NC212i untuk Ministry of Agriculture (MOAC) Thailand di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Rabu, 9 Januari 2018. Pabrik pesawat nasional tersebut hingga saat ini sudah memproduksi lebih dari 400 unit pesawat. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Pekerja menyelesaikan produksi NC212i untuk Ministry of Agriculture (MOAC) Thailand di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Rabu, 9 Januari 2018. Pabrik pesawat nasional tersebut hingga saat ini sudah memproduksi lebih dari 400 unit pesawat. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Bandung - PT Dirgantara Indonesia menuntaskan pesanan 1 unit pesawat NC212i untuk Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC), Thailand. Pesawat tersebut diterbangkan hari ini, Selasa, 22 Oktober 2019, menuju Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand. “Direncanakan akan tiba pada tanggal 24 Oktober 2019,” dikutip dari rilis PT Dirgantara Indonesia yang diterima Tempo, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Ade Yuyu Wahyuna melepas ferry flight, penerbangan pesawat NC212i tersebut oleh Capt. Esther Gayatri Saleh, Chief Test Pilot PT Dirgantara Indonesia. Pesawat tersebut rencananya terbang dari Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Bandara Hang Nadim Batam. Selanjutnya pesawat akan melanjutkan penerbangan menuju Bandar Bandara Internasional Hat Yai, Thailand, dekat perbatasan Malaysia, untuk selanjutnya menuju Nakhon Sawan Air Base.

    Department of the Rain Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC), Thailand, akan mengoperasikan pesawat NC212i buatan PT Dirgantara Indonesia tersebut. Seluruhnya ada 2 unit pesawat NC212i yang dipesan lewat kontrak yang diteken pada 17 Maret 2017. Satu pesawat lagi akan menyusul diserahkan akhir tahun ini. Nilai kontrak pembelian dua pesawat tersebut menembus US$ 25,2 juta.

    PT Dirgantara Indonesia mencatat, Thailand merupakan pengguna kedua terbanyak pesawat-pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia. Misalnya sudah 8 unit pesawat NC212 yang digunakan Thailand yang dibeli sejak tahun 1978.

    Pesawat NC212i diklaim masih memiliki pangsa pasar relatif besar. PT Dirgantara Indonesia menaksir kebutuhan dunia dalam 10 tahun ke depan untuk pesawat NC212i menembus 255 unit. PT Dirgantara Indonesia juga sudah menyiapkan rencana ekspansi penjualan pesawat tersebut untuk negara-negara di Asia Pasifik dan Afrika. PT Dirgantara Indonesia juga berencana menambah kapasitas produksi pesawat NC212i, semula 4 unit pesawat per tahun, menjadi 6 unit per tahun. PT Dirgantara Indonesia saat ini menjadi satu-satunya pabrikan yang memproduksi pesawat NC212i.

    Pesawat NC212i merupakan pesawat multiguna generasi terbaru dari pesawat NC212, dengan kapasitas angkut hingga 28 orang penumpang. Pesawat tersebut memiliki ramp door, kabin yang luas, sistem navigasi modern, serta diklaim berbiaya operasi yang relatif rendah diantara pesawat kecil sekelasnya. Pesawat NC212i dapat digunakan untuk berbagai fungsi di antaranya passenger transport, VIP, cargo, rain making, paratroop transport, hingga medical evacuation.

    Hingga saat ini PT Dirgantara Indonesia sudah memproduksi 114 unit pesawat NC212 untuk penggunaan dalam dan luar negeri. Di seluruh dunia hingga saat ini populasi pesawat NC212 menembus 585 unit. Di Indonesia, pesawat seri NC212 tersebut dipergunakan oleh berbagai institusi diantaranya TNI, Polri, serta BPPT. Pesawat tersebut dipergunakan di dalam negeri untuk berbagai keperluan mulai dari pesawat angkut baik sipil dan militer, hingga membantu pembuatan hujan buatan.  

    PTDI sampai saat ini telah berhasil melakukan pengiriman pesawat dan helikopter, baik dalam dan luar negeri, sebanyak 443 unit. PTDI telah berhasil memproduksi pesawat NC212 sebanyak 114 unit untuk dalam negeri maupun luar negeri, dari total sebanyak 585 unit populasi pesawat NC212 series di dunia. Sejumlah negara di luar negeri yang menggunakan pesawat NC212 tersebut di antaranya Thailand, Filipina, dan Vietnam.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.