Pipa yang Terbakar Alirkan BBM Pertamina Dex, Pasokan BBM Aman

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kebakaran (rft.be)

    Ilustrasi Kebakaran (rft.be)

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Pertamina (Persero) sudah langsung menangani kebakaran pipa BBM di samping jalan tol Padalarang - Buah Batu Kilometer 130. Adapun kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 - 14.45 WIB.

    Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami, mengatakan pipa yang terletak di Cimahi tersebut menyalurkan BBM jenis Pertamina Dex. BBM itu tengah dialirkan dari Terminal Ujung Berung Ke Padalarang, tepatnya di samping jalan tol Padalarang - Buah Batu KM 130.

    Setelah kebakaran, aliran BBM di pipa tersebut sudah dihentikan sementara dan Pertamina tengah fokus pada pemadaman. Koordinasi dilakukan dengan dinas pemadam kebakaran setempat. "Begitu ada kebakaran itu, otomatis penyaluran BBM langsung dihentikan yang lewat pipa itu," kata Dewi, Selasa 22 Oktober 2019.

    Pertamina memastikan, meski pipa penyalur BBM terbakar, pasokan BBM di Bandung dan sekitarnya aman. Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam tahap investigasi. “Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan dari dampak kebakaran ini,” tutur Dewi.

    Akibat kebakarn ini, seorang petugas operator alat berat dikabarkan tewas akibat kebakaran pipa minyak di lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, tepatnya di area kilometer 129 Tol Purbaleunyi, Kota Cimahi. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi menduga petugas yang tewas tersebut mengoperasikan alat berat dengan menancapkan benda keras yang mengenai pipa minyak milik Pertamina.

    "Kejadiannya dari sekitar pukul 14.00 WIB, sekarang sedang ditangani, menunggu dari pihak Pertamina yang khusus memadamkan api yang berasal dari pipa Pertamina," kata dia di lokasi kejadian.

    BISNIS | ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.