Diminta Jokowi Benahi Ketenagakerjaan, Siapa Sosok Ida Fauziyah?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Ida Fauziah tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Ida Fauziah tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziyah hari ini memenuhi permintaan kedatangan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi di istana. Ida mengaku Jokowi memintanya untuk membenahi sektor ketenagakerjaan. 

    "Saya diminta oleh Pak Jokowi untuk membantu beliau," kata Ida usai pertemuan dengan Jokowi ditemui di halaman Istana Negara Jakarta pada Selasa siang, 22 Oktober 2019.

    Ida yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU menjelaskan dalam diskusinya bersama Presiden telah membahas tentang penciptaan lapangan kerja hingga implementasi Kartu Kerja. 

    Namun Ida enggan menyebutkan secara spesifik pos yang akan diisinya pada kabinet mendatang. Menurut dia, posisi spesifik menteri-menteri maupun kepala lembaga untuk para tokoh yang telah dipanggil akan diumumkan oleh Presiden pada esok hari. "Kita akan bicarakan setelah ini saja ya. Insya Allah besok ya," ujar Ida.

    Lebih jauh Ida menyebutkan dirinya dihubungi oleh pihak istana pada Senin malam. Ia mengaku diajukan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mewakili partai tersebut untuk berpartisipasi membantu Presiden Jokowi.

    Ketika dimintai keterangan mengenai revisi Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, Ida Fauziyah menambahkan hal tersebut harus mendengarkan pendapat semua pihak baik kaum buruh maupun pengusaha.

    Sebelumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut Ketua DPP PKB Ida Fauziyah berpotensi menjadi kandidat menteri di kabinet Joko Widodo periode mendatang. Cak Imin mengatakan, Ida memiliki pengalaman di banyak bidang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.