Datang di Istana Temui Jokowi, Siapa Bahlil Lahadalia?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia hari ini datang ke Istana Negara untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi terkait pembentukan kabinet Indonesia Kerja Jilid II. Bahlil datang mengenakan kemeja putih seperti halnya para tokoh yang datang ke Istana sejak kemarin.

    Pria kelahiran Maluku Utara 7 Agustus 43 tahun silam ini adalah Ketua HIPMI periode 2015-2019. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu.

    Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Bahlil membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kue. Saat SMP dia pun sempat menjadi kondektur dan menjadi sopir angkot saat duduk di bangku SMEA.

    Bahlil menghabiskan masa kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura, Papua. Semasa kuliah, dia dikenal aktif menjadi pengurus senat mahasiswa hingga bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang membawanya menduduki posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI.

    Pada 2003, namanya terdaftar di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat. Setelah memiliki berbagai pengalaman dalam organisasi dan memiliki pekerjaan bergaji tinggi, Bahlil memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaannya sendiri.

    Dengan melihat begitu banyak sumber daya alam yang melimpah di tanah Papua, dia menjadikan peluang untuk membuka usahanya. Saat ini Bahlil memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company. 

    Pada 2015, kariernya sebagai pengusaha lengkap saat Munas Himpungan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), peserta memilihnya menjadi Ketua Umum HIPMI untuk periode 2015–2019.

    Presiden Jokowi pada bulan Mei lalu sudah memberi sinyal bahwa Bahlil cocok untuk menjadi menteri. "Saya lihat-lihat adinda Bahlil cocok jadi menteri," katanya saat memenuhi undangan buka bersama dengan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Pusat, Ahad, 26 Mei 2019. "Dilihat dari samping, dilihat dari atas sampai bawah, cocok jadi menteri pinter membawa suasana." 

    BISNIS | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.