Sepak Terjang Sri Mulyani, dari Bank Century ke Utang Rp 4.000 T

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menter Keuangan Sri Mulyani berada di balik kemudi mobil listrik Toyota  Prius Plug-In Hybrid  Electric Vehicle (PHEV) saat mengunjungi booth Toyota yang hadir di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu, 24 Juli 2019. Di hadapan para pelaku bisnis otomotif Menkeu menjelaskan bahwa dalam minggu ini akan ditandatangani Perpres Mobil Listrik, untuk percepataan program kendaraan bermotor listrik untuk transportasi serta Peraturan Pemerintah menyangkut bahan dari pajak yang bersangkutan dengan klasifikasi emisi dari otomotifnya. ANTARA

    Menter Keuangan Sri Mulyani berada di balik kemudi mobil listrik Toyota Prius Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) saat mengunjungi booth Toyota yang hadir di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu, 24 Juli 2019. Di hadapan para pelaku bisnis otomotif Menkeu menjelaskan bahwa dalam minggu ini akan ditandatangani Perpres Mobil Listrik, untuk percepataan program kendaraan bermotor listrik untuk transportasi serta Peraturan Pemerintah menyangkut bahan dari pajak yang bersangkutan dengan klasifikasi emisi dari otomotifnya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk kedua kalinya, Sri Mulyani resmi ditunjuk kembali menjadi Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Khusus untuk saya, kata Bapak Presiden, diperbolehkan untuk menyampaikan jabatan menteri keuangan,” kata dia setelah dipanggil Jokowi ke Istana Kepresidenan, Selasa 22 Oktober 2019.

    Dengan penunjukan ini, artinya Sri Mulyani telah tiga kali menjabat Menteri Keuangan, sejak masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Jokowi. Sepanjang karirnya di pemerintahan, Sri Mulyani tak lepas dari sejumlah keputusan yang menjadi terobosan maupun kontroversial. Berikut di antaranya:

     1.Dana Talangan Rp 6,7 Triliun untuk Bank Century

    Dana talangan Bank Cenury adalah salah satu keputusan paling kontroversial dari Sri Mulyani yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di masa pemerintahan SBY. Saat itu, Sri Mulyani menetapkan Bank Century  sebagai bank gagal berdampak sistemik. Sehingga, KSSK sepakat untuk menggelontorkan dana dana bailout atau talangan yang mencapai angka Rp 6,7 triliun. 

    Saat itu, Sri mengungkapkan penanganan Bank Century dilatarbelakangi kondisi perekonomian global menjelang akhir 2008 yang semakin tertekan. “Gangguan pada sistem perbankan berpotensi riil menciptakan perburukan situasi dan menciptakan instabilitas yang signifikan,” kata dia dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 24 November 2008. 

    Dalam perjalanannya, kebijakan dana talangan ini menuai masalah setelah adanya kasus korupsi yang melibatkan Mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulia dan pemegang saham Bank Century, Robert Tantular. Dalam dakwaan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya, Sri Mulyani disebut berperan memimpin rapat KSSK pada 21 November 2008, yang menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.