Gojek Sebut IPO Belum jadi Prioritas Saat Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dekranasda DKI Jakarta Fery Farhati Ganis dan Vice President Corporate Communication Gojek Michael Say dalam acara bertajuk

    Ketua Dekranasda DKI Jakarta Fery Farhati Ganis dan Vice President Corporate Communication Gojek Michael Say dalam acara bertajuk "Piknik Semasa" menyambut HUT DKI Jakarta di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang populer dengan sebutan Gojek menegaskan bahwa perusahaan berkategori decacorn tersebut tidak menjadikan initial public offering atau IPO sebagai prioritas dalam waktu dekat ini.

    "Fokus kami saat ini adalah terus mengembangkan bisnis dan memperkuat layanan kepada para pengguna aplikasi kami," kata Vice President Regional Corporate Affair Gojek Michael Say dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Michael menambahkan Gojek juga terus berusaha memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan kepada para mitra di negara-negara tempat Gojek beroperasi. Selain di Indonesia, Gojek juga beroperasi di Vietnam, Filipina, Thailand, dan Singapura.

    Pernyataan Michael tersebut sekaligus mengklarifikasi atas berita berjudul "Menuju IPO, Gojek pastikan akhiri bakar uang" yang dimuat pada 21 Oktober 2019. Mengenai konteks penjelasan tentang IPO, saat itu kepada media Michael menyatakan pihaknya sedang memberikan ilustrasi. "Jadi, sifatnya background," kata Michael.

    Aplikasi Gojek saat ini sudah diunduh sekitar 125 juta, memiliki lebih dari 300 ribu merchants, 1,7 juta mitra pengemudi/pengendara, serta beroperasi di 207 kabupaten dan kota.

    Gojek juga memiliki rekor fantastis dalam melayani pelanggan. Jika diukur jaraknya, Gojek sudah melayani total 4,1 miliar kilometer perjalanan layanan Go-Ride, Go-Car, dan lainnya. Jarak tersebut setara dengan 5.000 kali pergi-pulang dari Bumi ke Bulan.

    Selain itu, tercatat sudah mengirimkan 529 juta makanan dan minuman melalui Go-Food dengan menu populer ayam, nasi, mi, makanan goreng, dan martabak. Gojek menjadi sebuah ekosistem dari tiga super apps yang melayani orang (people), barang (things), dan uang (money).

    Pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim pada Senin, 21 Oktober 2019 dipanggil ke Istana Presiden, kemungkinan akan menempati posisi menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II. Nadiem sudah menyatakan mundur dari Gojek dan posisinya diisi Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.