Sri Mulyani Bertemu Jokowi 1,5 Jam, Apa yang Dibicarakan?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua menteri Kerajaan Arab Saudi, yakni Menteri Energi Khalid al-Falih dan Menteri Luar Negeri Ibrahim Abdulaziz Al-Assaf berbincang santai dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela KTT G20 di Osaka, Jepang, 28 Juni 2019. Dalam perbincangan tersebut, dua menteri Saudi memuji Retno dan Sri Mulyani sebagai menteri perempuan terbaik di dunia. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    Dua menteri Kerajaan Arab Saudi, yakni Menteri Energi Khalid al-Falih dan Menteri Luar Negeri Ibrahim Abdulaziz Al-Assaf berbincang santai dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela KTT G20 di Osaka, Jepang, 28 Juni 2019. Dalam perbincangan tersebut, dua menteri Saudi memuji Retno dan Sri Mulyani sebagai menteri perempuan terbaik di dunia. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Sri Mulyani Indrawati mendukung proses perkuatan ekonomi Indonesia periode 2019-2024 dalam posisinya sebagai Menteri Keuangan. "Di dalam berbicara bagaimana kami bisa mendukung proses perkuatan ekonomi Indonesia," kata Sri Mulyani Indrawati di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

    Sri Mulyani mengatakan ia da Presiden Jokowi berbicara mengenai perkuatan perindustrian Indonesia melalui peningkatan kompetensi SDM. "Jadi bagaimana kita betul-betul mendorong program-program peningkatan kualitas SDM karena itu adalah kunci ke depan," katanya.

    Ia juga mengatakan upaya kebijakan fiskal untuk mendorong kementerian-kementerian yang lain dalam industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, mendorong perkembangan UKM.

    "Beliau juga berharap supaya koordinasi antara kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter dan keuangan bisa terus ditingkatkan dalam rangka kita bersama-sama mendorong penciptaan lapangan kerja dan perkuatan ekonomi tadi," katanya.

    Ketika ditanya apakah ada perubahan nomenklatur kabinet, Sri Mulyani mengatakan sudah pernah disampaikan Presiden Jokowi. "Kami akan mengantisipasi agar proses transisi berjalan cepat, efisien dan baik sehingga tidak mengganggu program-program prioritas," katanya.

    Dalam pertemuan sekitar 1,5 jam dengan Presiden Jokowi tersebut, Sri Mulyani mengaku banyak berdiskusi mengenai sasaran ekonomi pemerintahan 2019-2024. "Kita terus bekerja menciptakan lapangan kerja jadi bagaimana terus mendorong perekonomian kita agar mampu meningkatkan kualitas penciptaan kesempatan kerja dan juga dari sisi usaha kecil menengah, yang ingin didorong melalui kebijakan dan tentu saja dari sisi makro ekonomi, current account deficit dan trade deficit, jadi ketahanan ekonomi kita dalam negeri terus ditingkatkan, meningkatkan supply chain, membangun investasi serta kebijakan lain yang bisa mendorong penciptaan lapangan kerja dan mendorong UMKM," ujar Sri Mulyani.

    Sasaran lainnya adalah eksekusi anggaran dengan baik di tingkat kementerian lembaga atau daerah. "Cita-cita bapak presiden untuk membangun Indonesia dengan sumber daya manusia yang semakin baik dengan birokrasi yang efisien bersih dari korupsi dan juga sisi kemampuan ekonomi kita tumbuh dan berkualitas secara inklusif jadi bagaimana kita betul-betul mendorong program-program peningkatan kualitas SDM karena itu adalah kunci," kata Sri Mulyani.

    Menurut Sri Mulyani, juga berharap supaya koordinasi antara kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter dan keuangan bisa terus ditingkatkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.