Rekam Jejak Pengganti Nadiem Makarim di Gojek

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gojek meluncurkan logo baru untuk menandai 9 tahun kiprahnya sebagai perusahaan aplikasi. Peluncuran tersebut dilakukan di kantor Gojek, Pasaraya Blok M, Senin, 22 Juli 2019, dan dihadiri CEO Gojek Nadiem Makarim, Co-Founder Gojek Kevin Aluwi, serta Presiden Gojek Andre Sulistyo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Gojek meluncurkan logo baru untuk menandai 9 tahun kiprahnya sebagai perusahaan aplikasi. Peluncuran tersebut dilakukan di kantor Gojek, Pasaraya Blok M, Senin, 22 Juli 2019, dan dihadiri CEO Gojek Nadiem Makarim, Co-Founder Gojek Kevin Aluwi, serta Presiden Gojek Andre Sulistyo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek Indonesia mengumumkan menunjuk pemimpin baru untuk menggantikan posisi Nadiem Makarim sebagai CEO di perusahaan aplikasi berbasis digital tersebut. Tidak hanya satu, kali ini Gojek akan mengangkat dua pemimpin sekaligus.

    Hal tersebut disampaikan oleh Chief Corporate Affairs Nila Marita Senin, 21 Oktober 2019. Nila menyampaikan rencana perusahaan untuk menghadirkan dua pemimpin baru sebagai Co-CEO Gojek, yaitu Co-founder Gojek Kevin Aluwi dan Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo.

    "Keduanya, telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan Gojek sendiri sehingga dinilai mampu mengemban tanggung jawab untuk menahkodai perusahaan sebagai duet co-CEO serta fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya," ujarnya.

    Bagaimana rekam jejak keduanya di Unicorn tersebut?

    KEVIN ALUWI
    Informasi yang dihimpun Bisnis, Kevin adalah Co-Founder Gojek tepatnya sejak 2013, sementara Andre telah menjabat sebagai Presiden Gojek sejak Januari 2015.

    Kevin selama ini memainkan peran kunci dalam hal pengembangan produk dan teknologi Gojek, sesuai dengan kompetensi dan kapabilitasnya yang telah teruji dalam hal pengolahan data dan business intelligence.

    Sebelum bergabung dengan Gojek, Kevin sempat bekerja di Zalora Indonesia dari 2012-2014 sebagai Head of Business Intelligence. Sebelumnya, ia merupakan Business Development Manager di Merah Putih Inc. Ia mengawali karirnya sebagai Analis Investment Banking di Salem Partners LLC.

    Atas kontribusi Kevin untuk mengawal perjalanan Gojek sehingga menjadi platform teknologi terdepan di Asia Tenggara, pemilik gelar Bachelor of Corporate Finance, Entrepreneurship, and International Relations dari University of Southern California - Marshall School of Business, di Los Angeles, California, Amerika Serikat, ini pernah diganjar penghargaan Forbes 30 Under 30 Asia untuk kategori Teknologi Konsumen di tahun 2016.

    Daftar tersebut mencakup mereka yang dinilai sebagai pemimpin muda yang menjanjikan, wiraswastawan yang berbakat, ataupun para game changer.

    ANDRE SOELISTYO
    Sementara itu, Andre telah berkontribusi terhadap pengembangan strategi korporasi Gojek. Kepiawaian Andre yang memiliki gelar Bachelor of Science dari University of Technology Sydney telah membawa Gojek sebagai penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara.

    Sebelum bergabung dengan Gojek, Andre sempat menjadi Head of Corporate Finance PT Delta Dunia Makmur Tbk dari 2009-2011. Setelah itu dia menjabat Executive Director Northstar Group hingga 2016.

    Sebagaimana diketahui, Nadiem resmi telah mengundurkan diri dari jabatan CEO Gojek. Sebab, dia menerima tawaran menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.