Ekonomi Global Lesu, Ini Harapan Pengusaha Properti ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. setneg.go.id

    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. setneg.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan pengusaha properti berharap Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin bisa membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mendorong peningkatan investasi di sektor properti. Terlebih tahun depan kinerja sektor ini diperkirakan bakal cukup menantang karena terimbas faktor ketidakpastian ekonomi global.

    "Kami berharap perekonomian bisa tetap tumbuh meski kondisi ekonomi global diprediksi masih cukup menantang,” ujar Direktur Utama PT Wika Realty Agung Saladin, Sabtu, 20 Oktober 2019.

    Agung juga berharap rencana pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur juga bakal mempengaruhi investasi di sektor properti. Menurut dia, para investor bakal cenderung wait and see terhadap rencana pemindahan tersebut.

    Meskipun demikian, dia menyatakan keputusan pemerintah untuk tetap menjadikan Jakarta sebagai pusat bisnis tidak akan terlalu mempengaruhi rencana investasi properti di Jakarta, dan kawasan sekitarnya.

    Lebih lanjut, Agung mengatakan rencana pemindahan ibu kota ke Provinsi Kaltim juga diharapkan bisa menjadi angin segar bagi para pengembang untuk bisa mengembangkan kawasan baru. Dia mengungkapkan Wika Realty selaku bagian dari Wika Group berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam rencana pembangunan IKN yang baru.

    Meskipun demikian, kata Agung, dampak keterlibatan dalam pembangunan IKN tidak akan langsung dirasakan perusahaan. "Dampaknya baru akan terasa sekitar dua sampai tiga tahun setelahnya,” ucapnya.

    Sebelumnya, Direktur Ciputra Grup Harun Hajadi menyatakan industri properti lebih banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi makro. “Jika pertumbuhan baik, maka tidak ragu properti dipastikan akan bagus. Saya optimistis terhadap pergerakan pasar nantinya dilihat dari  investasi jangka panjang Presiden kita di infrastruktur,  akan membuahkan hasil 2 tahun mendatang," tuturnya, pertengahan Mei 2019 lalu.

     

    Menurut Harun, investasi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. "Di situ nanti akan banyak yang menikmati hasil dari pertumbuhan infrastruktur, termasuk industri properti. Investasi di infrastruktur kan return-nya tidak langsung secara perlahan pasti terlihat," ujarnya.

    Hal senada disampaikan Ramdani Basri, Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk. Ia yakin presiden terpilih akan membawa infrastruktur lebih berkembang. "Saya optimistis Indonesia akan jadi negara besar, presidennya (Jokowi) punya komitmen. Dia memberikan contoh yang baik."

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.