IHSG Ditutup Menguat Sehari Setelah Pelantikan Jokowi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Senin, 21 Oktober 2019, sehari setelah pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

    Pada pukul 16.00 IHSG berada di angka 6.198,99. Angka itu menunjukkan penguatan 0,11 persen dari pembukaan. Akhir pekan lalu IHSG ditutup di posisi 6.191,95.

    Adapun hari ini IHSG dibuka di level 6.207,89. Sepanjang perdagangan, IHSG naik dan turun tipis. Angka tertinggi terjadi di 6.228,22, sedangkan terendah berada di 6.187,36.

    Sebanyak 168 emiten mengalami kenaikan harga saham, 227 emiten mengalami penurunan harga saham, dan 166 emiten stabil. Frekuensi perdagangan yaitu, sebanyak 525.019 kali. Adapun volume sebanyak 119,1 miliar lembar saham, dengan nilai Rp 7,89 triliun

    Sebelumnya, pergerakan IHSG diprediksi menguat pascapelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin. Analis Muhamad Nafan Aji Gusta mengatakan pelantikan presiden menjadi salah satu sentimen positif pendukung kenaikan IHSG awal pekan ini.

    Menurutnya, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI terus menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.

    Dia memprediksi support pertama maupun kedua IHSG memiliki range pada 6.158,17 hingga 6.126,88. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.230,33 hingga 6.276,63.

    Sementara itu, Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG terlihat masih akan bergerak pada zona hijau dengan resisten level terdekat yang berpotensi dapat diraih dalam beberapa waktu mendatang.

    Menurutnya, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang. Dia merekomendasikan sejumlah saham untuk dibeli awal pekan yakni KLBF, AKRA, HMSP,  TLKM, JSMR, EXCL, PWON, WIKA, ADHI, dan SRIL.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.