Erick Thohir Bakal Jadi Menteri Jokowi, Saham Mahaka Melejit

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir tiba di Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Erick Thohir tiba di Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Erick Thohir dipanggil Presiden Jokowi ke istana untuk ditunjuk menjadi menteri, harga saham Mahaka terpantau naik 20 persen. PT Mahaka Media Tbk yang berkode ABBA ini adalah salah satu perusahaan milik Erick Thohir.

    Dalam aplikasi RTI pada pukul 14.06 WIB saham Mahaka Media naik 20,22 persen dari harga pembukaan.

    Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan penguatan saham Mahaka Media akan bertahan dalam jangka pendek. "Pasar akan kembali mengevaluasinya setelah laporan keuangan perusahaan kuartal III-2019 dirilis," kata Chris saat dihubungi, Senin, 21 Oktober 2019.

    Saham perusahaan milik Erick Thohir itu naik 37 poin dari Rp 188 menjadi Rp 238 per saham. Hingga siang ini, saham ABBA sudah ditransaksikan sebanyak 27.900 kali. Adapun volume sebanyak 661,31 juta lembar saham dengan nilai Rp 142,37 miliar.

    Adapun satu per satu sosok calon pembantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi mulai terkuak. Mereka mendatangi Istana Negara sepanjang pagi ini.

    Setelah Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu, dan Bos Go-Jek Nadiem Makarim, tokoh lain yang muncul di Istana adalah Komisaris Utama NET Mediatama Televisi Wishnutama. Disusul kemudian pengusaha Erick Thohir.

    Sementara itu, Erick Thohir mengatakan pemanggilan dirinya oleh Presiden Jokowi terkait jabatan menteri. Dia mengatakan Jokowi memintanya untuk menjadi calon menteri di kabinet kerja jilid II. Namun ia tidak mendetilkan diposisi mana dia akan menjabat. "Ini kan masih calon kan. nanti beliau yang sampaikan ya," ujar dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.