Nadiem Makarim Masuk Kabinet, Gojek: Visi Pendiri Startup Diakui

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Go-Jek Nadiem Makarim saat menyambangi Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019. TEMPO/Egi Adyatama

    CEO Go-Jek Nadiem Makarim saat menyambangi Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019. TEMPO/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan pendiri Gojek Nadiem Makarim dipanggil Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Istana Negara untuk menjadi bagian dari kabinet baru. Menurut dia, itu merupakan hal yang sangat membangga karena Nadiem akan turut membawa Indonesia maju ke panggung dunia.

    "Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, di mana visi seorang pendiri startup lokal mendapat pengakuan dan dijadikan contoh untuk pembangunan bangsa," ujar Nila dalam keterangan tertulis Senin, 21 Oktober 2019.

    Ke depan, kata dia, Gojek akan menghadirkan pemimpin baru. Menurutnya,  Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo dan co-founder Gojek Kevin Aluwi akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya.

    Nila mengatakan Gojek telah memiliki rencana yang matang ke depan dan akan mengumumkan lebih jauh mengenai arti pengumuman ini bagi perusahaan dalam beberapa hari ke depan.

    "Gojek menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak akan memberikan komentar lebih jauh sebelum ada pemberitahuan resmi dari pihak Istana," ujar dia.

    Sebelumnya Nadiem Makarim, mengatakan jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi memintanya menjadi salah satu menteri. "Ini suatu kehormatan yang luar biasa saya diminta untuk bergabung kabinet Pak Presiden," kata Nadiem Makarim usai dipanggil Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

    Nadiem menyatakan menyanggupi tawaran tersebut. Meski ia tidak tahu bakal ditempatkan sebagai menteri apa. "Masalah posisi spesifiknya saya belum bicara mengenai itu karena itu hak prerogatif presiden," ujar dia.

    Terkait posisinya sebagai CEO Go-Jek, Nadiem Makarim menyatakan telah melepaskannya hari ini juga. "Posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Per hari ini," tuturnya.

    HENDARTYO HANGGI | AHMAD IBNU FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.