Sandiaga Komentari Pidato Jokowi: Targetnya Cukup Tinggi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno bersama istrinya Nur Asia Uno menghadiri Rapat Pimpinan Nasional dan Apel Kader Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Sandiaga Uno bersama istrinya Nur Asia Uno menghadiri Rapat Pimpinan Nasional dan Apel Kader Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Tempo.Co, Jakarta - Bekas calon wakil presiden Sandiaga Uno menyampaikan selamat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang sudah dilantik hari ini. Dia berharap cita-cita Indonesia menjadi negara maju bisa terwujud.

    "Selamat sekali lagi. Semoga cita-cita menjadi lima besar ekonomi dunia tercapai Ada target-target yang spesifik. Ini tidak datang secara otomatis. Kita harus bekerja keras. Target-targetnya cukup tinggi," kata Sandiaga Uno di Gedung DPR MPR, Jakarta, Ahad, 20 Oktober 2019.

    Dia mencatat target tersebut Rp 320 juta pendapatan per kapita per tahun dan PDB US$ 7 triliun. Menurut dia, hal itu merupakan capaian yang harus diwujudkan.

    "Karena itu ada kebijakan-kebijakan yang saya catat tadi ada nama omnibus atau omnibus undang-undang kalau tidak salah. Omnibus law adalah sebuah undang-undang yang jadi preseden untuk mengganti undang-undang yang menghambat penciptaan lapangan kerja dan undang-undang yang mampu memberdayakan UMKM," kata dia.

    Dalam pidato perdananya, Jokowi mengatakan memiliki cita-cita di tahun 2045 Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. "Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita. Target kita bersama," kata Jokowi.

    Dia juga mengatakan mimpi Indonesia di 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai US$ 7 triliun. Dengan begitu, Indonesia sudah masuk lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

    "Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai. Namun, semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah," ujar Jokowi.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.