Pelantikan Presiden, Ketua MPR Puji Pertumbuhan Ekonomi Jokowi-JK

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Pimpinan MPR menggelar Rapat Gabungan dengan Pimpinan Fraksi-Fraksi dan Kelompok DPD di Ruang GBHN Kompleks Parlemen, Senin, 14 Oktober 2019.

    Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Pimpinan MPR menggelar Rapat Gabungan dengan Pimpinan Fraksi-Fraksi dan Kelompok DPD di Ruang GBHN Kompleks Parlemen, Senin, 14 Oktober 2019.

    Tempo.Co, Jakarta - Ketua Majelis Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo menyinggung pertumbuhan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kala membuka Sidang Paripurna MPR tentang pelantikan presiden dan wakil presiden di Kompleks Parlemen, Jakarta, Ahad, 20 Oktober 2019. Hari ini, Jokowi - Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai pasangan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

    Bambang menyebut pembangunan ekonomi dalam lima tahun ke belakang berhasil meningkatkan taraf hidup dan harkat martabat masyarakat. "Saat pertumbuhan ekonomi dunia turun, pertumbuhan ekonomi kita terus mengalami peningkatan," ujar Bambang dalam pidatonya.

    Berdasarkan catatan Tempo, pertumbuhan ekonomi paling rendah terjadi pada tahun pertama Jokowi, yaitu di 2015. Kala itu, angka pertumbuhan PDB hanya 4,79 persen alias melambat dari capaian 2014, yaitu 5,02 persen.

    Setahun setelahnya, pada 2016, pertumbuhan ekonomi mulai pulih ke 5,02 persen. Angka tersebut kembali naik ke 5,07 persen pada 2017 dan melambung ke 5,17 persen pada 2018. Pada tahun terakhir periode pertama Jokowi, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,08 persen pada akhir 2019.

    Dengan demikian, Bambang juga melihat angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin pun terus mengalami penurunan. Pada Februari 2019, tingkat kemiskinan di Tanah Air bahkan mencapai angka terendah dalam sejarah yaitu 9,41 persen dari sebelumnya 11,22 persen pada 2015.

    Di samping itu, Bambang mengatakan pemerataan pembangunan juga terus membaik. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin rendahnya rasio gini di tanah air. tingkat ketimpangan selama satu periode Jokowi memang menunjukkan tren penurunan.

    Pada Maret 2015 angka kemiskinan tercatat di angka 0,408. Angka tersebut turun ke 0,397 pada Maret 2016. Pada Maret 2017, tingkat ketimpangan berada di 0,393 dan merosot lagi ke 0,389 pada 2018. Angka tersebut terakhir menyentuh 0,382 pada Maret 2019.

    Selain tingkat ketimpangan, Bambang pun mengatakan indeks pembangunan manusia meningkat dan tidak ada lagi provinsi dengan indeks pembangunan manusia yang rendah. Pembangunan juga terasa dengan adanya konektivitas untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

    "Akselerasi pembangunan infrastruktur telah menghubungkan pasar dengan sentra produksi rakyat, pertanian perikanan, perkebunan, industri dan umkm. Kami catat dalam 5 tahun dana transfer ke daerah, dana desa pun mulai dirasakan manfaatnya," ujar Bambang dalam pidatonya di pelantikan presiden.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.