Ada Bencana Alam, Menteri PUPR Ditelepon Jokowi Tengah Malam

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) dan Kepala BNPB Doni Monardo (kiri) saat mengunjungi area terdampak banjir bandang Sentani di Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Banjir bandang Sentani menyebabkan 105 korban jiwa serta ratusan rumah rusak parah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) dan Kepala BNPB Doni Monardo (kiri) saat mengunjungi area terdampak banjir bandang Sentani di Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Banjir bandang Sentani menyebabkan 105 korban jiwa serta ratusan rumah rusak parah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengaku kerap ditelepon Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada tengah malam. "Iya kalau malam kalau ada masalah, misalnya ada bencana alam di sana, itu malame telepon besok ke sana," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Basuki mengatakan, Jokowi biasa memberikan perintah lewat telepon. Ia menceritakan pernah ditelepon Jokowi pada pukul 22.00 WIB terkait tol akses Tanjung Priuk. Basuki mengatakan, Jokowi meminta agar peresmian dilakukan esok paginya. "Besok kita resmikan. Nah gitu," katanya menirukan perintah Jokowi.

    Dalam acara perpisahan dengan para menteri, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus minta maaf kepada para menteri Kabinet Kerja yang telah membantunya di periode pertama.

    Ia meminta maaf kepada menterinya karena kerap mengganggu di tengah malam. Misalnya, sering menghubungi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. "Ya itulah gangguan-gangguan yang sering saya lakukan karena negara ini memerlukan. Kerja kita semuanya," kata dia.

    Secara khusus, Jokowi meminta maaf jika belakangan ini sering melompat perintah ke bawahan menteri-menteri dan kepala lembaga. Misalnya, ia mengaku pernah memberi perintah langsung kepada Komandan Korps Marinir dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

    "Hal-hal seperti itu harus saya kerjakan. Mungkin saya panggil dirut tanpa harus beritahu Menteri BUMN atau panggil dirjen tanpa lewat menteri. Karena sangat mendesak, informasi yang dibutuhkan tengah malam, pagi subuh. Karena kita diberi tanggung jawab kelola 260 juta jiwa di negara kita," ucap Jokowi.

    Dalam penutupnya, Jokowi meminta maaf jika dalam pergaulan sehari-hari saat memberikan perintah dan interaksi ada yang kurang berkenan. "Karena saya penuh dengan kekhilafan dan kekurangan sehingga banyak hal dalam kita bergaul ada hal-hal yang kurang berkenan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.