5 Tahun Jokowi, Pengelolaan Utang Dinilai Kurang Hati-hati

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri pelantikan anggota BPK di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri pelantikan anggota BPK di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Angka itu juga lebih rendah dari utang Malaysia yang sebesar US$ 5.898 perkapita dengan rasio utang 55 persen per PDB, juga utang Filipina yang sebesar US$ 1.233 per kapita dengan rasio utang 40 persen per PDB.

    Adapun secara statistik data Bank Indonesia, nilai utang luar negeri terus meningkat jika dilihat sejak 2004 atau pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga 2018 pemerintahan Presiden Jokowi.

     

    Berikut posisi utang luar negeri dari 2014-2018:

    - 2014 sebesar US$ 293,33 miliar
    - 2015 sebesar US$ 310,73 miliar
    - 2016 sebesar US$ 320,01 miliar
    - 2017 sebesar US$ 352,88 miliar
    - 2018 sebesar US$ 360,53 miliar

     Sumber: Bank Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H