Hari Terakhir Menjabat Menhub, Budi Karya Telat Rapat di Istana

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman ataran Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub dan Pemerintah Kabupaten Blora untuk pengembangan dua bandara di Jawa Tengah, Jumat, 18 Oktober 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman ataran Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub dan Pemerintah Kabupaten Blora untuk pengembangan dua bandara di Jawa Tengah, Jumat, 18 Oktober 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa kerja Kabinet Indonesia Kerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi Jilid I kelar hari ini, Jumat, 18 Oktober 2019. Sejumlah menteri sebagai pembantu presiden pun tampak sibuk dengan agendanya masing-masing.
     
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, misalnya. Sejak pagi, Budi Karya sudah tampak menghadiri penekenan proyek kerja sama pengembangan dua bandara di Jawa Tengah. Proyek itu disepakati antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Hotel Borobudur, Jakarta. 
     
    Budi Karya datang pukul 08.30 WIB menggunakan batik lengan panjang warna cokelat. Seusai meneken kerja sama dengan pemerintah provinsi, bekas bos Angkasa Pura II itu menceritakan kesan-kesannya selama menjabat sebagai orang pertama di Kementerian Perhubungan sejak 2016. Ia juga menyampaikan harapannya untuk pemerintahan di masa mendatang. 
     
    “Bagi saya, (selama jadi menteri) setiap hari berarti. Jadi hari terakhir pun saya bersama-sama Bu Dirjen (Perhubungan Udara Polana Banguningsih Polana) untuk membuktikan bahwa apa yang kita kerjakan di sini adalah suatu proses dan bisa dilanjutkan oleh siapa pun,” tuturnya.
     
    Menurut Budi Karya, selama menjabat, ia telah berusaha menjalankan amanat Presiden Jokowi untuk membangun konektivitas hingga wilayah pelosok. Ia mencontohkan pembangunan bandara perintis, seperti Bandara Miangas dan Anambas. 
     
    Budi Karya berharap pembangunan transportasi Indonesia ke depan akan mempertimbangkan kemerataan. Artinya, ujar dia, tidak berorientasi pada wilayah Jawa atau Jawa sentris. 
     
    Setelah menghadiri penekenan kerja sama bandara dengan Pemprov Jawa Tengah, Budi Karya menyambangi Istana Negara untuk jamuan terakhir bersama Presiden Jokowi. Ia meninggalkan Hotel Borobudur sembari berjalan dengan langkah terburu-buru. “Sebentar ya saya mau rapat (dengan Presiden). Sudah telat,” tuturnya. 
     
    Dalam wawacara bersama Tempo pada Selasa, 15 Oktober lalu, Budi Karya menceritakan rencananya seumpama tidak lagi menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid II nanti. Salah satunya bakal menggeluti hobi bermain gitar dan bernanyi. Kala ditanya kemungkinan dirinya bakal melanjutkan bermain musik bersama menteri di gerbong Kabinet Jilid I, Budi Karya enggan menjawab serius. “Ah, mereka kan (para menteri Kabinet I) susah ditemui,” tuturnya. 
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.