Kembangkan Dua Bandara di Jateng, Kemenhub Kucurkan Rp 142 Miliar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat 8 Maret 2019. Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali beroperasi setelah ditutup selama 24 jam saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Sebuah pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat 8 Maret 2019. Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali beroperasi setelah ditutup selama 24 jam saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan bakal mengucurkan dana Rp 142 miliar untuk mengembangkan dua bandara di Jawa Tengah. Kedua bandara tersebut adalah Bandara Dewadaru yang berlokasi di Karimunjawa, Jepara, dan Bandara Ngloram di Blora.
     
    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan dana itu telah dianggarkan dalam pos pengeluaran APBN 2019 dan 2020. “Dalam APBN 2019, kita telah menganggarkan dana Rp 46 miliar untuk pengembangan Bandara Ngoloram,” ujar Polana di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Oktober 2019. 
     
    Pada tahun anggaran yang sama, pemerintah pun mengalokasikan duit Rp 9 miliar untuk mengembangkan Bandara Dewadaru di Karimunjawa. Sedangkan pada 2020, Kementerian Perhubungan mengalokasikan duit Rp 76 miliar untuk proyek pengembangan di Bandara Ngloram dan Rp 11 milar untuk meneruskan pembangunan di Bandara Dewadaru. 
     
    Kepala Unit Pengelola Bandar Udara Dewadaru Yoga Komala mengatakan duit APBN itu akan digunakan untuk pembebasan lahan, pembangunan landasan pacu, dan pengembangan terminal penumpang. Pada tahap pertama, Kementerian Perhubungan telah mengembangkan runway sepanjang 1.200 meter di Bandara Ngloram. Rencananya, bandara ini siap didarati pesawat jenis charter pada akhir 2019 nanti. 
     
    Sedangkan pada 2020, Kementerian Perhubungan akan memperpanjang landasan pacu hingga 1.400 meter. Ke depan, Yoga menargetkan Bandara Blora akan menampung pesawat jenis ATR-72 berkapasitas 70 orang yang beroperasi secara reguler. 
     
    Sementara itu, di Bandara Dewadaru, anggaran pemerintah pusat akan digunakan untuk melengkapi fasilitas keamanan bandara, seperti pembangunan turap alias dinding penyangap, overlay taxyway, dan appron. 
     
    “Kami juga punya rencana memperpanjang runway yang saat ini 1.200 meter menjadi 1.400 meter. Namun konstruksi pembangunan itu akan kami mulai pada 2021,” tuturnya. 
     
    Dengan pengembangan ini, Yoga menargetkan ke depan pergerakan penumpang di Bandara Dewadaru akan meningkat menjadi 150 ribu orang per tahun. Bandara ini juga bakal mampu menampung tiga pesawat, di antaranya ATR-72 dan Twin Otter. “Kalau sekarang kan cuma 1 pesawat ATR-72 dengan jadwal seminggu tiga kali,” tuturnya. 
     
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengembangan Bandara Dewadaru di Karimunjawa bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Selama ini, Karimunjawa dikenal sebagai lokasi wisata bahari andalan Jawa Tengah. Namun, akses menuju pulau tersebut masih terbatas. 
     
    Sedangkan pengembangan di Bandara Ngloram, Blora, dilakukan untuk mendukung konektivitas di sektor industri minyak dan gas. Budi Karya mengatakan pihaknya telah menerima hibah lahan dari Pertamina untuk mengembangkan Bandara Ngloram. Adapun Bandara Ngloram sebelumnya telah terbangun, namun vakum. 
     
    “Kami berharap pengembangan Bandara di Ngloram akan mempermudah investor untuk masuk ke Blora,” ujarnya.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.